BOJONEGORO, Limadetik.com – Kader PMII Komisariat Unusida Ryan sempat mengadakan dialog dengan pengurus cabang dan komisariat se jatim di Bojonegoro. Ryan mengaku mendapat masukan agar kopri (korps PMII Putri) badan semi otonom jangan di kesampingkan
Salah satu usulannya adalah komisariat dan cabang masing-masing membuat kurikulum ‘Rekonsiliasi kader Putri’, kurikulum khusus kader putri di PMII
“Kita kemarin sepakat bahwa kita harus membuat kurikulum dan program Rekonsiliasi kader putri. Masak selama ini lembaga kopri tidak ada perkembangan. Masak kopri berjalan hanya untuk formalitas dan jarang di isi kaderisasi walau ada yang berjalan namun banyak yang terabaikan. Dan itu lucu-lucu kadang programnya” kata Salah satu kader putri di masjid Al birru Bojonegoro, Sabtu, (28/7/2018).
Ryan Menyebutkan dalam rekonsiliasi tersebut ada 3 hal pertama, Merubah konsensus kebiasaan yg tanpa kita sadari diterima oleh masyarakat bahwa perempuan hanya sbg objek, kedua Beri akses penuh bagi perempuan, ke tiga Perkuat kompetensi kader putri
“Kita sudah putuskan kemarin bahwa kami akan sampaikan kepada pengurus kopri komisariat dan cabang masing- masing dan kami akan bantu mereka. Tapi yang akan kami lakukan adalah inovasi. Karena kopri ada bagian sendiri dalam organisasi. Keputusannya seperti itu. Organisasi mahasiswa lain ada yang sama kayak begini. Kita harus belajar bagaimana berinovasi kaderisasi,” ujarnya.
“Kita cari solusinya. Saya sampaikan tantangan ini ke teman-teman di bidang keputrian dan organisasi kopri supaya bisa sama – sama terlibat memberikan solusi,” lanjut Ryan
Ryan sebelumnya menegaskan tak bisa mengakomodasi permintaan lebih terkait gagasan kaderisasi kopri apalagi jumlah kader putri di sana hanya berjumlah 4 orang, Ryan meminta para kopri Untuk bersama – sama membangun PMII di lembaganya masing-masing.
“Baik kader putra maupun putri kita sama-sama kader PMII mari kita bersama -sama membangun organisasi kita ini. Kita akan lihat bagaimana inovasi kaderisasi supaya mereka bisa menjadi bagian dari salah satu hal yang Istimewa di PMII, tapi tidak melanggar peraturan organisasi,” jelas Ryan. (tnt/rd)