Nasional

Tidak Ada Bekingan, Satpol PP Sumenep dan Tim Gabungan Obok-Obok Sejumlah Cafe

×

Tidak Ada Bekingan, Satpol PP Sumenep dan Tim Gabungan Obok-Obok Sejumlah Cafe

Sebarkan artikel ini
Tidak Ada Bekingan, Satpol PP Sumenep dan Tim Gabungan Obok-Obok Sejumlah Cafe
FOTO: Sejumlah pengunjung Cafe Lotus di Sumenep saat mendapatkan arahan dan bimbingan dari tim Gabungan Pemkab Sumenep.

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Tidak ada bekingan, sebagaimana pemberitaan disalah satu media dengan narasi menyebutkan “Bupati Sumenep Bekingi Hiburan Malam dan Peredaran Miras di Mr Ball”, itu terjawab ketika Satpol PP Sumenep bersama tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan penyisiran sejumlah tempat hiburan malam atau cafe pada Minggu dini hari, 4 Desember 2022.

Dari penyisiran itu, setidaknya, ada 5 lokasi cafe atau yang masih beroperasi hingga dini hari yang menjadi sasaran Satpol PP bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan hingga penggeledahan disetiap ruangan cafe.

“Jadi yang kami datangi semalam Mr Ball, Amanda, rumah makan dekat Amanda, Lotus dan JBL” kata Kasatpol PP Sumenep, Drs. Achmad Laili Maulidi, saat dikonfirmasi media ini melalui telepon genggamnya, Minggu (4/12/2022).

Saat ditanya ihwal pemberitaan salah satu media yang menyebutkan Bupati Sumenep diduga bekingi salah satu cafe dan minuman keras, dengan tegas Kasatpol PP Sumenep itu membantah.

“Tidak benar itu, tidak mungkin pak Bupati melakukan hal (bekingi) tempat hiburan apa lagi minuman keras” ujarnya.

Mantan Kabag Perekonomian Setkab Sumenep itu pun menjelaskan terkait hasil penyisiran di sejumlah cafe yang dilakukan tim gabungan, ia menyebutkan, dari 5 tempat yang jadi objek pemantauan maupun penyisiran, hanya ada satu cafe yang terdapat atau ditemukan minuman beralkohol.

“Hanya satu lokasi di lotus Jl KH Mansyur Pangarangan yang ada temuan minuman beralkohol atau minuman keras dan sudah dituang dalam wadah (teko)” ucapnya.

Di Lotus, selain temukan minuman beralkohol (miras), tim gabungan Pemkab Sumenep juga berhasil mengamankan sejumlah pengunjung, baik laki-laki maupun perempuan, setidaknya ada 15 orang, yakni, 8 laki-laki dan 7 orang peremuan.

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, untuk yang laki-laki 2 orang dari luar Sumenep, sedangkan yang perempuan 2 orang juga dari luar Sumenep, sisanya warga Sumenep sendiri, kesemuanya sudah diberikan pengarahan untuk tidak mengulangi lagi” tukasnya.