https://limadetik.com/

Tips Konsumsi Gula ala Komunitas Therapy Banyu Urip

  • Bagikan
IMG 20191208 WA0031 1 e1575869876786
M.S.Arifin (kanan) bersama Bapak Maradaman Harahap dari KY RI

SUMENEP, limadetik.com — Konsumsi gula tiap hari tidak bisa dihindari. Apalagi anak-anak yang tak bisa lepas dari jajanan   manis tiap harinya. Parahnya lagi dalam snack dan minuman ringan ditambahkan pemanis buatan. Seperti sakarin, aspartam, sukralosa, acesulfame potassium, dan neotam.

Menurut para ahli kedokteran, pemanis buatan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Pemanis buatan juga diduga kuat sebagai pemicu meningkatkan risiko penyakit ginjal dan diabetes.

https://limadetik.com/

Sebuah dilema yang cukup rumit dalam menghadapi kondisi demikian. Kenapa? Karena anak-anak umumnya sulit diatur. Di rumah sebelum berangkat sekolah sudah diwanti-wanti oleh orang tuanya, tapi sampai di sekolah pada jam istirahat ia menghajar jajanan ringan dan minuman dingin berpemanis buatan.

“Kita maklum benar kalau snack itu rasanya mengundang selera. Umumnya snack mengandung pemanis buatan, pewarna sintetis, perasa buatan yang semuanya berefek tidak baik bagi tubuh. Dampaknya sangat luar biasa kalau dikonsumsi setiap hari. Maka kita pun harus bijak menyiasati kondisi seperti saat ini,” terang M.S. Arifin di tempat praktek pengobatan alternatif  Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta. Ahad (8/12/2019).

IMG 20191208 WA0030 e1575869959711
Owner Terapi pengobatan Banyu Urip. M.S Arifin

Lebih jauh M.S. Arifin menerangkan, semakin banyak seseorang mengonsumsi gula, maka tubuh akan semakin memperbanyak produksi hormon insulin. Tugas insulin sebenarnya berperan mengolah gula dari makanan menjadi energi. Tapi ketika kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, maka tubuh akan mengembangkan kondisi bernama resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes.

“Kita tahu, kalau diabetes itu merupakan induk dari segala penyakit. Artinya ketika seseorang terkena diabetes, kemungkinan besar akan ada komplikasi lain yang mengikutinya. Antara lain kebutaan, hipertensi, penyakit jantung, bahkan hingga kanker,” tambah lelaki yang masih aktif sebagai Polisi Militer di Yogyakarta ini kepada limadetik.com.

Di tempat pengobatan herbal Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip, M.S. Arifin sering menangani anak-anak yang terjangkit penyakit kencing manis. Yakni anak-anak yang masih duduk di bangku SMP. Ini sebuah kondisi yang memprihatinkan bagi kalangan orang tua sekarang, tandasnya lebih jauh dalam merespons realita kesehatan anak akhir-akhir ini.

Menyikapi hal demikian, M.S. Arifin sebagai owner Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip yang sudah membuka beberapa cabang di luar negeri memberikan tips mengonsumsi gula yang baik. Dan tips ini akan menghindarkan penyakit diabetes.

Ada tiga jenis gula, yakni gula pasir, gula batu dan gula merah. Gula pasir dianjurkan untuk dikonsumsi tidak lebih dari 5 gram (1/2 sendok makan) per hari. Untuk gula batu disarankan dikonsumsi tidak lebih 60 gram (6 sendok makan) per hari. Sedangkan gula merah yang terbuat dari pohon kelapa/aren dianjurkan dikonsumsi tidak lebih 90 gram (9 sendok makan) per hari.

“Semua batasan konsumsi gula itu sesuai dengan anjuran para medis. Dan itu merupakan kemampuan pankreas manusia mengubah gula-gula tersebut menjadi energi. Jika konsumsi gula lebih dari takaran, otomatis pankreas tidak bisa memprosesnya. Sisa gula itu akan menjadi gula darah dan lemak. Lama kelamaan tubuh kita akan terkena penyakit diabetes, “ terang lelaki bertubuh atletis itu sangat rinci. (Yant Kaiy/yt)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan