Kota Lubuklinggau

Lubuklinggau, limadetik.com – Pasca pemilihan umum 2019 di kota Lubuklinggau, terlihat kondisi keamanan sangat kondusif, dimana warga telah beraktifitas seperti biasa, khususnya di bulan puasa 1440 H ini, dengan berjalan baiknya perekonomian dan kegiatan ibadah masyarakat.

Namun, sebagai kota yang berkembang, dengan tingkat pendidikan masyarakat yang baik, diiringi tingginya pengguna media sosial di Kota Lubuklinggau, menjadi perhatian khusus kita semua dalam mengantisipasi berbagai perkembangan isu yang ada, salah satunya terkait berbagai isu hangat politik secara nasional, yang dapat merusak sistem kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menyikapi hal itu, Jurnalis Lubuklinggau mencoba menggali sejauh mana pengaruh isu politik nasional yang berkembang berpekan-pekan ini di Kota Lubuklinggau, salah satunya terkait isu akan adanya gerakan people power yang santer dibicarakan di berbagai media baik televisi, media online dan media sosial.

Kali ini Pewarta pada (14/05/2019) telah berhasil mewancarai salah satu Tokoh Agama di Kota Lubuklinggau yang sekaligus merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau, H. Abdullah Makcik tentang isu People Power dan sejauh mana pengaruhnya di Kota Lubuklinggau.

“Proses Pemilihan Pemilu 2019 telah selesai, sebagai insan yang beriman dan sebagai Warga Negara Indonesia, kita harus meletakan nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam kehidupan berdemokrasi,” ujarnya.

H. Abdullah Makcik yang merupakan Mantan Sekda Kab. Muratara yang telah memasuki masa pensiun ini mengakui, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi, perselisihan paham pemilu bukan hal baru, ada mekanisme aturan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikannya, tanpa harus melakukan perbuatan inkonstitusional.

“Sebuah negara tidak akan tercapai kestabilannya baik secara keamanan maupun perekonomian, tanpa adanya seseorang yang memimpin. Sebuah peradaban akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar tanpa adanya pemimpin,” kata dia.

“Oleh karena itu, Islam memerintahkan kita, untuk taat kepada pemimpin, karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin, maka akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran, dengan catatan Pemimpin tersebut tidak mengajak dalam kemaksiatan,” tambahnya.

Terkait seruan People Power, menurut kacamata Tokoh Agama yang berlatar belakang pengajar ini, bahwa di Kota Lubuklinggau sendiri, tidak terlihat gejolak gerakan ke arah sana, namun selaku Warga Lubuklinggau dirinya mengingatkan berapa kerugian yang akan kita hadapi bila situasi tidak aman.

“Jangankan menjalankan aktifitas, beribadah saja akan sulit apabila situasi tidak aman, jadi kita harus mensyukuri nikmat keamanan ini,” jelasnya.

“Mari kita menjaga edukasi dalam berpolitik dengan tidak mengujar kebencian antar sesama, Saya mengajak para Kiyai, Ustadz, Pendeta dan Tokoh Agama lainnya untuk bersama-sama Pemerintah dan Masyarakat menjaga situasi ini, jangan ada keributan-keributan antar sesama, khususnya di Kota Lubuklinggau ini. Sebaiknya kita tunggu saja ketetapan dari KPU nantinya dan tugas kita saat ini berdoa agar diberikan Pemimpin yang amanah nantinya,” pungkasnya. (Pranata/Dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here