oleh

Tolak Aksi Anarkisme, Polres Pamekasan Bersama Tokoh Gelar Deklarasi Damai dan Aman

PAMEKASAN, Limadetik.com – Sejumlah tokoh di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda hingga organisasi mahasiswa dan pelajar bersama Polres Pamekasan sepakat menolak aksi anarkisme di Indonesia khususnya di Madura.

Penolakan aksi anarkisme tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama yang digagas Polres Pamekasan bersama sejumlah ulama, dan tokoh. Acara deklarasi berlangsung di Joglo Polres Pamekasan, Jl Stadion 81, Jum’at (16/10/2020) kemarin.

Dilaksanakannya deklarasi tersebut dalam rangka menindak lanjuti gagasan maupun inisiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, yang menginginkan situasi aman, damai dan kondusif. Khususnya di lingkungan masyarakat di wilayah hukum Polres Pamekasan dan Madura pada umumnya.

“Kita semua sepakat menolak dengan tegas segala bentuk anarkisme yang merugikan orang lain dan banyak orang. Dan deklarasi Anti Anarkisme ini merupakan inisiasi dari Pemprov Jatim, yang menginginkan kedamaian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang ikut andil menjaga kamtibmas, sehingga Pamekasan sampai saat ini tetap dalam keadaan kondusif aman dan terkendali” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar.

Selain itu lanjut Kapolres Pamekasan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolres mengakui setiap pekerjaan tidak mungkin akan terlaksana dan dapat dilakukan tanpa keterlibatan orang lain, apa lagi dalam hal keamanan dan ketentraman. “Yang pasti untuk situasi kantibmas di Pamekasan akan tetap terjaga dan kondusip jika semua pihak terlibat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan itu sendiri” terangnya.

Oleh karena itu tambah Kapolres Pamekasan, dirinya merasa bersyukur atas terlaksananya acara Deklarasi Anti Anarkisme berkat kekompakan semua elemen. Dan selalu berharap agar semua masyarakat menciptakan rasa damai, aman dan tenang. “Tentunya harapan kita semua semoga Pamekasan menjadi salah satu Kabupaten yang selalu aman dan kondusif dari segala hal yang buruk ataupun anarkis” pungkasnya.

Pada kesempatan deklarasi tersebut, tampak hadir dari pihak perwakilan Nahdlatul Ulama(NU) Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) (perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembeli Islam (LPI), Muhammadiyah (MD), Majelis Ulama serta Pemuda Muhammadiyah.

Disamping itu juga terdapat perwakilan dari organisasi kemahasiswaan di Pamekasan, seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga perwakilan pelajar dan para guru.

(yd/rif/red)

Komentar

Berita Terkini