https://limadetik.com/

Tolak Kenaikan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumenep

Penulis: WahyuEditor: Suwandi
  • Bagikan
Tolak Kenaikan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumenep
FOTO: Mahasiswa kepung Gedung DPRD Sumenep

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Tolak kenaikan harga BBM, ratusan mahasiswa dari perwakilan sejumlah kampus di Kabupaten Sumenep mengepung gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Mahasiswa dari perwakilan sejumlah kampus yang ada di Kabupaten Sumenep itu dengan lantang menyuarakan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus meminta pemerintah agar segera mengembalikan harga BBM kepada sebelumnya.

https://limadetik.com/

Nur Hayat, korlap aksi dalam orasinya dengan lantang menyebutkan, pemerintah telah mendzolimi rakyat dengan menaikan harga BBM ditengah situasi ekonomi belum stabil. Ia meminta agar pemerintah tidak diskriminatif dengan kenaikan harga BBM.

“Pemerintah menaikkan harga BBM ditengah situasi ekonomi yang masih belum pulih dan lesu akibat dampak covid-19. Tentu hal ini sangat menyakitkan hati rakyat” katanya, Selasa (6/9/2022).

Oleh karenya kata Hayat, mahasiswa mendatangi gedung DPRD Kabupaten Sumenep sebagai representatif rakyat agar segera menyampaikan aspirasi penolakan kenaikan harga BBM ke pemerintah pusat.

“Karena para anggota Dewan yang terhormat ini adalah lidah rakyat, penyambung suara masyarakat, maka kami meminta dan mendesak, agar kenaikan harga BBM dibatalkan dan dikembakikan kepada harga sebelumnya” tandasnya.

Para mahasiswa terus meneriakkan keadilan di depan Gedung DPRD Sumenep, dan meminta agar mereka (Mahasiswa) bisa ditemui seluruh anggota DPRD. Namun, nampaknya permintaan mahasiswa tidak bisa terpenuhi, karena hampir seluruh anggota parlemen tidak sedang di tempat atau sedang melaksanakan kunjungan kerja keluar kota.

“Kami maunya ditemui oleh seluruh anggota DPRD Sumenep, bukan hanya ditemui ketuanya saja. Jadi jangan salahkan kami jika memaksa untuk masuk memeriksa ke dalam gedung DPRD ini” tegasnya.

Tetap ngotot ingin ditemui oleh semua anggota DPRD, massa aksi dari Mahasiswa itupun akhirnya diperkenankan memeriksa ke dalam.

“Teman teman semuanya, kita boleh masuk memeriksa para anggota Dewan yang terhormat ini ke dalam. Jika memang kita menemukan ada mereka di dalam, maka sudah pasti mereka adalah pengkhianat bangaa” teriak Nur Hayat.

Alhasil, sesampainya di pintu utama DPRD Sumenep, para massa dari mahasiswa kembali dipertemukan dengan sejumlah aparat Kepolisian dan juga TNI serta Satpol PP. Tapi tetap saja pendemo memaksa masuk hingga akhirnya terjadi sedikit ketegangan antara mahasiswa dan keamanan.

Sebelumnya, demo mahasiswa ini dilakukan di depan Kantor Bupati Sumenep dengan tuntutan yang sama. Para pendemo hanya diemui wakil Bupati Sumenep, Hj Dewi Khalifah, hingga akhirnya bergeser ke DPRD setempat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan