Uji Coba Perahu Wisata, Kadis Perkimhub Sumenep: Permudah Layanan Wisatawan
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berinovasi dengan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, termasuk memberikan kemudahan akses wisata yang tersebar di sejumlah kepulauan seperti halnya wisata Pantai Sembilan, Pantai Gili Labak, dan Gili iyang.
Dengan kemudahan transportasi khusus untuk akses ke tiga destinasi wisata kepulauan yang disebut segitiga emas dipastikan akan lebih menarik minat wisatawan yang hendak berkunjung.
Seperti diketahui, Kabupaten Sumenep bukan hanya memiliki wisata alam dan Bahari, akan tetapi mempunyai segudang tempat wisata religi yang ada di kepulauan, seperti wisata religi Sayyid Yusuf yang ada di kepulauan Talango serta wisata religi di kepulauan Sapudi.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Kadis Perkimhub) Yayak Nurwahyudi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyediakan perahuu untuk transportasi laut guna melayani masyarakat atau wisatawan yang hendak ke tempat wisata bahari yang ada di beberapa kepulauan Kabupaten Sumenep.
“Ini, (perahu) nanti akan melayani trayek ke tempat wisata yang ada di kepulauan Kabupaten Sumenep, seperti Gili Labak, Pantai sembilan (Gili Genting) Wisata oksigen (Gili Iyang),” katanya, Selasa (14/5/2024).
Bahkan lanjut Yayak, perahu tersebut dapat mengantarkan wisatawan ke tempat wisata religi (Asta Sayyid Yusuf, red) di Kepulauan Talango.
“Akses pelayanan muatan wisatawan tersebut dari pelabuhan Kalianget yang baru, yang ada di terminal Kalianget ke kepulauan tempat wisata,” jelasnya.
Kadis Perkimhub menyebutkan, pelabuhan yang ada di Kalanget masih akan di perpanjang, mengingat belum nyampek ke kedalaman laut sehingga diperlukan penambahan volume panjang jembatannya.
“Nanti akan kami perpanjangan jembatan tersebut sekitar 30 meter lagi,” terangnya.
Dirinya mengungkapkan, perahu yang di pakai tersebut, adalah perahu hasil hibah dari kementerian perhubungan beberapa tahun yang lalu dan dilakukan perbaikan atau rehab dengan menelan anggaran sebesar Rp 100 juta.
“Semoga dengan perahu ini dapat memberikan akses pariwisata bahari yang ada di kepulauan Sumenep,” tutupnya.