Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pada bulan Ramadhan jumlah pengemis yang beroperasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timut bertambah derastis. Saat beroperasi mereka mencari tempat keramaian, seperti disimpang empat jalan Tunojoyo, area taman bunga, tempat perbelanjaan dan sejumlah tempat keramaian lain.

Selain itu, pengemis biasanya juga beroperasi dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga atau perkantoran. Sementara motif yang dipakai beraneka ragam, terkadang ada yang berpenampilan sederhana hingga berpenampilan orang yang sangat tidak mampu dengan cara berpakaian yang kurang layak. Ada pula yang membawa layaknya proposal resmi. Di dalam proposal itu dijelaskan bahwa sumbangan yang dipeloleh untuk kepentingan pembangunan lembaga pendididikan. Padahal tidak ada lembaga pendidikan yang dibangun.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Sumenep, R Aminullah membenarkan adanya pengemis yang masih inten beroperasi. Sesuai hasil pendataan yang dilakukan rata-rata mereka berasal dari Kecamatan Pragaan.

”Pengemis yang paling banyak dari (Kecamatan) Pragaan, terus ada lagi asal Kecamatan batang-batang dan Kecamatan Batuputih. Tapi basisnya di Pragaan,” terangnya, Selasa (25/5/2018).

Menurutnya, bagai sebagian kecil warga Kecamatan Pragaan prilaku meminta terkesan telah membudaya. Sebab, beberapa tahun silam Pemerintah Daerah kata Minul mencoba untuk mengajukan bantuan yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi produktif kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, setelah bantuan itu diberikan, penerima manfaat menolak karena harus melespakan diri darin profesi sebagai pengemis.

”Bantuan itu ditolak, karena harus berhenti mengemis. Mungkin penghasilannya lebih banyak mengemis dari pada hasil usaha produktif,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta semua elemen masyarakat untuk ikut serta memberikan penyadaran kepada warga yang berprofesi sebagai pengemis. Sebab, perbutatan tersebut secara agama tidak baik. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here