Ormas Bluto Didorong Jadi Benteng Persatuan, Bakesbangpol Tekankan Kekuatan Nilai Lokal

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua dari kanan, Sekretaris Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno

Dua dari kanan, Sekretaris Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno

Ormas Bluto Didorong Jadi Benteng Persatuan, Bakesbangpol Tekankan Kekuatan Nilai Lokal

limadetik.com/, SUMENEP — Organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat.

Dorongan itu disampaikan dalam sosialisasi organisasi kemasyarakatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Bluto, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato.”

Camat Bluto Fajar Hidayat menilai, posisi ormas cukup penting karena memiliki kedekatan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Kondisi tersebut membuat ormas memiliki peluang besar untuk ikut meredam persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.

“Ormas jangan hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial. Kehadirannya harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama,” kata Fajar.

Menurutnya, dinamika sosial dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak mungkin dihindari. Termasuk perbedaan pilihan dalam politik yang semestinya tidak mengganggu hubungan kekeluargaan.

“Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus silaturahmi. Justru di situlah peran ormas dibutuhkan untuk menjaga masyarakat tetap dewasa dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.

Fajar juga menekankan pentingnya menjadikan nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga mengandung pesan tentang penghormatan, kepatuhan dan tanggung jawab sosial.

Dalam forum tersebut, perhatian juga diarahkan pada ancaman sosial yang dapat menyasar generasi muda, salah satunya penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya.

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai produk yang beredar dengan kandungan yang tidak jelas. Edukasi dan pengawasan dinilai perlu diperkuat agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya, termasuk melalui modus yang memanfaatkan perangkat vape.

Sekretaris Bakesbangpol Sumenep Edy Suprayitno mengatakan, ormas memiliki modal sosial yang cukup kuat untuk menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Ormas memiliki akses dan kedekatan dengan warga. Potensi itu harus diarahkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat, memperkuat persatuan, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat,” ungkap Edy.

Ia menegaskan, menjaga kondusivitas bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat keamanan. Masyarakat sipil, termasuk ormas, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman dan harmonis.

Edy juga mengajak ormas agar tidak mudah terseret dalam isu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Sebaliknya, organisasi diharapkan mampu menjadi ruang yang menyejukkan ketika muncul perbedaan di tengah warga.

“Ketika ada persoalan di masyarakat, jangan memperbesar perbedaan. Ormas harus hadir untuk mencari titik temu dan membangun komunikasi yang sehat,” katanya.

Menurut Edy, penguatan nilai budaya lokal menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Nilai itu harus menjadi perilaku. Menghormati orang tua, menghargai guru, menghormati pemimpin dan menjaga hubungan dengan sesama merupakan bagian dari kekuatan sosial yang perlu terus dipelihara,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum sosialisasi, tetapi dilanjutkan melalui langkah konkret masing-masing ormas di lingkungan masyarakat.

Bakesbangpol Sumenep mendorong ormas di Bluto memperkuat kegiatan edukasi, membangun komunikasi lintas kelompok, serta ikut mengawasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu ketenteraman warga.

Dengan demikian, ormas tidak hanya menjadi organisasi yang memiliki struktur dan anggota, tetapi juga mampu menjadi penjaga ruang sosial, tempat masyarakat menemukan jalan keluar ketika perbedaan mulai mengemuka.

“Yang kita bangun bukan sekadar masyarakat yang aman, tetapi masyarakat yang mampu menjaga dirinya sendiri melalui kebersamaan, kepedulian dan nilai-nilai lokal yang kuat,” pungkas Edy.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baznas Jatim Timur Kolaborasi dengan Baznas Sumenep Bantu Warga Desa Langsar yang Krisis Air Bersih
SMSI Sumenep Dorong Media Lokal Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Pasar Nasional
Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan
Kick Off Hari Santri 2026 di Sumenep, Semangat Pesantren Didorong Berkontribusi untuk Masyarakat
Dari Lapangan SD Menuju Sepak Bola Profesional, 23 Tim Ramaikan U-13 Sumenep
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Arus Digital
QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi
Warga Pulau Pagerungan Besar Diperkuat Hadapi Kebakaran, Gugus Tanggap Bencana Kembali Dilatih
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Baznas Jatim Timur Kolaborasi dengan Baznas Sumenep Bantu Warga Desa Langsar yang Krisis Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WIB

SMSI Sumenep Dorong Media Lokal Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Pasar Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Kick Off Hari Santri 2026 di Sumenep, Semangat Pesantren Didorong Berkontribusi untuk Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dari Lapangan SD Menuju Sepak Bola Profesional, 23 Tim Ramaikan U-13 Sumenep

Berita Terbaru