Bupati Fauzi Dorong Perempuan Sumenep Perkuat Peran di Dunia Olahraga
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Perempuan di Kabupaten Sumenep didorong tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan olahraga, tetapi tampil sebagai penggerak, pembina hingga pencetak prestasi. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., saat menghadiri kegiatan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Sumenep di Aula Graha Adirasa, Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9/2026).
Menurut Fauzi, Perwosi memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan olahraga perempuan di Sumenep. Organisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan olahraga yang bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi wadah pembinaan yang membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk berkembang dan berprestasi.
“Perwosi harus semakin aktif membuka ruang bagi perempuan Sumenep untuk berkembang, berprestasi, dan mengambil peran penting melalui olahraga,” kata Fauzi di sela kegiatan.
Ia menegaskan, kesempatan perempuan untuk terlibat dalam olahraga perlu terus diperluas. Sebab, olahraga bukan hanya menjadi arena untuk mengejar prestasi, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kesehatan, serta kemampuan bekerja sama.
Bagi Fauzi, keberhasilan pembangunan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau capaian atlet di berbagai kompetisi. Lebih dari itu, olahraga harus mampu membentuk masyarakat yang sehat dan produktif.
“Olahraga bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun kesehatan, kedisiplinan, serta kebersamaan yang menjadi kekuatan penting bagi masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Fauzi berharap program Perwosi dapat semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan olahraga yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dinilai mampu mendorong semakin banyak perempuan untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup.
Ia juga melihat perempuan memiliki peran yang luas dalam membangun budaya olahraga. Tidak hanya sebagai atlet, perempuan dapat mengambil posisi sebagai pembina, pelatih, penggerak komunitas, maupun teladan hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Saya ingin Perwosi menjadi motor penggerak agar semakin banyak perempuan aktif berolahraga dan bersama-sama membangun masyarakat Sumenep yang sehat dan produktif,” harapnya.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Fauzi meminta pengurus Perwosi membangun kolaborasi dengan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar pembinaan olahraga perempuan tidak berjalan secara sporadis.
“Kekuatan olahraga akan semakin besar ketika pemerintah, organisasi, dan masyarakat bergerak bersama untuk memberikan kesempatan terbaik bagi perempuan,” tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Perwosi Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, bersama jajaran pengurus. Hadir pula Ketua Harian KONI Sumenep, Abd Kadir Almahdali.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi pembinaan olahraga di Kabupaten Sumenep. Perwosi pun didorong menjadi ruang yang terbuka dan inklusif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Dengan demikian, gerakan olahraga perempuan di Sumenep diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial. Lebih jauh, olahraga harus tumbuh menjadi gerakan masyarakat yang konsisten, mencetak prestasi sekaligus membangun kualitas hidup yang lebih sehat dan produktif.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi











