Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi

- Penulis

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Hamid bareng Kepala OJK Jember dan perwakilan ILO saat wawancara

Bupati Hamid bareng Kepala OJK Jember dan perwakilan ILO saat wawancara

Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Upaya menghidupkan kembali kejayaan kopi Bondowoso memasuki babak baru..Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) mulai membangun ekosistem perkopian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus menyiapkan kopi Bondowoso agar semakin kuat menembus pasar Eropa.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari program Bondowoso Republik Kopi (BRK) Reborn, yang mendapat dukungan melalui Pilot Project Promise to Impact Fase 3 dari ILO.

Bondowoso terpilih sebagai salah satu wilayah sasaran setelah sebelumnya terdapat sejumlah daerah kandidat.

Kepala Kantor OJK Jember Aris Budiman menegaskan, program tersebut bukan milik OJK semata, melainkan hasil sinergi antara Pemkab Bondowoso, ILO dan OJK.

“OJK di sini berperan sebagai agregator sekaligus katalisator. Kami mencoba mensinergikan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan upaya mewujudkan BRK Reborn, sekaligus memanfaatkan seluruh sumber daya dan peluang yang ada untuk memperlancar proses menuju ke arah tersebut,” jelas Aris pada Limadetik.com, Rabu (30/9/2026).

Dalam pengembangan ekosistem kopi tersebut, OJK juga akan menghubungkan pelaku usaha dan petani dengan lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank. Salah satunya melalui skema asuransi untuk membantu memitigasi risiko yang dihadapi petani kopi.

Penguatan sektor kopi juga akan dituangkan dalam grand strategy yang mencakup lima pilar, dua fondasi, serta visi pengembangan hingga 2035. Penyusunannya melibatkan sejumlah OPD terkait, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, komunikasi dan informatika, serta Bapperinda, bersama ILO.

Dari sisi ILO, penguatan akan dipacu melalui digitalisasi. National Project Coordinator Promise to Impact, Tomas Sugiono, mengatakan pihaknya telah melakukan survei awal dan melihat Bondowoso memiliki ekosistem yang siap dikembangkan.

Salah satu titik awal pengembangan berada di wilayah usaha pengusaha kopi Tohari di Kecamatan Sumberwringin. Namun, pengembangan tidak menutup kemungkinan dilakukan secara paralel di ekosistem rantai nilai kopi lainnya.

ILO akan membangun platform digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) yang mencatat berbagai aktivitas petani, mulai dari data petani, aktivitas budidaya hingga transaksi.

Menurut Tomas, digitalisasi tersebut penting karena pasar ekspor Eropa kini semakin menekankan aspek traceability atau ketelusuran produk.

“Dengan adanya digital platform itu bisa ditelusuri sampai ke level petani,” terang Tomas.

Platform tersebut juga akan mendukung pemenuhan ketentuan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Melalui geotagging dan poligonisasi lahan budidaya, lokasi kebun petani dapat dipetakan sehingga asal-usul kopi bisa diketahui sekaligus membantu memastikan lahan budidaya tidak terkait dengan deforestasi.

Tak berhenti pada akses pasar, sistem digital tersebut juga diarahkan untuk membuka akses pembiayaan bagi petani dan UMKM kopi. Data usaha yang terdokumentasi akan membantu perbankan melihat aktivitas dan pendapatan petani secara lebih jelas.

“Jadi pihak bank juga lebih mudah mendapatkan data pendapatan dari UMKM atau petani tersebut karena datanya sudah ter-capture dalam digital platform,” jelas Tomas.

Program Promise to Impact Fase 3 dijadwalkan mulai berjalan sekitar November, dengan kick-off resmi pada awal 2027. Program tersebut dirancang berlangsung selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi.

Bupati Hamid Optimistis Revitalisasi Kopi Terintegrasi

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, program tersebut berawal dari komitmen OJK untuk mendorong percepatan perkembangan ekonomi daerah melalui produk unggulan Bondowoso, salah satunya kopi. Ketika Pemkab menyampaikan gagasan BRK Reborn, OJK memberikan dukungan dan membuka jalan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ILO.

“Kita bersyukur bahwa pendampingan program ILO di fase 3 ini kemudian mengambil keputusan untuk melakukan pendampingan di Bondowoso. Kita optimistis akselerasi revitalisasi perkopian yang terintegrasi ekosistemnya mulai dari hulu ke hilir akan dapat tertata dengan baik,” ujar Abdul Hamid.

Ia menegaskan, Pemkab Bondowoso siap memberikan dukungan kebijakan sekaligus merangkul berbagai pihak agar pengembangan ekosistem kopi dapat berjalan bersama-sama.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejar Target Nasional 30 Persen, Bondowoso Percepat Aktivasi IKD Lewat Peran Kecamatan dan Desa
Gelar Exit Meeting, Pemeriksaan Kinerja RSUD Bondowoso oleh BPK RI Masuki Tahap Akhir
BRI Bondowoso Dorong BRILink Agen Perluas Akses Layanan Perbankan hingga Desa Wringin
Agenda Rutin Tahunan! Pabrik Rokok 88 Bondowoso Hadirkan Habib Syech di Perayaan Maulid Nabi dan Haul Masyayikh
Bawa Nama Bondowoso, 44 Peserta PORSADIN Ditarget Juara Tingkat Jatim
RSUD dr. H. Koesnadi Hadirkan Inovasi CEKATAN, Pantau Antrean Obat Bisa dari Luar Rumah Sakit
Bupati Bondowoso Tinjau Jalan Brigjen Sudarlan dan Irigasi Tanggul Ko’ong, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran
Rakor P2P 2026: Dinkes Bondowoso Klaim DBD Terkendali, Kasus HIV Turun Hingga 50 Persen
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi

Senin, 28 September 2026 - 18:49 WIB

Gelar Exit Meeting, Pemeriksaan Kinerja RSUD Bondowoso oleh BPK RI Masuki Tahap Akhir

Senin, 28 September 2026 - 13:27 WIB

BRI Bondowoso Dorong BRILink Agen Perluas Akses Layanan Perbankan hingga Desa Wringin

Minggu, 27 September 2026 - 07:29 WIB

Agenda Rutin Tahunan! Pabrik Rokok 88 Bondowoso Hadirkan Habib Syech di Perayaan Maulid Nabi dan Haul Masyayikh

Jumat, 25 September 2026 - 13:57 WIB

Bawa Nama Bondowoso, 44 Peserta PORSADIN Ditarget Juara Tingkat Jatim

Berita Terbaru