https://limadetik.com/

28 Desa di Sumenep Alami Kekeringan

  • Bagikan
kekeringan
Ilustrasi kekeringan

SUMENEP, limadetik.com – Sejak Juli 2020 lalu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai masuk musim kemarau. Meski baru terbilang tiga bulan tidak turun hujan, terdapat 28 desa yang tersebar di 7 kecamatan mengalami kering kritis.

Sehingga warga yang terdapat di 28 desa tersebut mengalami kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa harus mencari ke desa tetangga.

https://limadetik.com/

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi mengatakan, 7 kecamatan yang mengalami kekeringan kritis itu yakni Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Rubaru, Batuputih, Batang-batang, Saronggi dan Talango.

Sebagian warga yang ada di kecamatan tersebut sangat kekurangan air bersih untuk konsumsi maupun untuk mengairi tanaman.

“Ada 28 desa yang saat ini sangat membutuhkan air bersih. Puluhan desa itu tersebar di 7 kecamatan. Kecamatan itu memang sudah langganan setiap tahun, pada musim kemarau,” katanya, Selasa (29/9/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan warga atas air bersih di 28 desa itu, sambung Rahman, pihaknya telah menyiapkan pendistribusian air bersih sesuai mengajukan permohonan dari masing-masing desa yang mengalami kekeringan. Dia mengatakan akan memprioritaskan kebutuhan warga yang ada di 28 desa itu. 28 desa itu sangat memprihatinkan.

“Dalam waktu dekat kami akan mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan tersebut,” tukasnya. (hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan