UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

30 Kepala MI Kecamatan Sapeken Ikuti Bimtek PKB di Sumenep, Begini Kata Pengawasnya

30 Kepala MI Kecamatan Sapeken Ikuti Bimtek PKB di Sumenep, Begini Kata Pengawasnya
FOTO: Kasi Pendma Kemenag Sumenep, H.Mohamad Shadik saat mengalungkan kartu bagi peserta Bintek PKB ditemani PPAI Sapeken, H.Suharto dan Agus Sudirman

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sebanyak 30 orang Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kecamatan Sapeken mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Bimtek PKB) yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep di Hotel Asmi jalan Kapten Tesna Sumenep.

Pengawas Pendidikan Agama (PPAI) pada Madrasah Ibtidaiyah untuk Kecamatan Sapeken, H.Suharto mengatakan, kegiatan bimtek PKB kali ini diikuti oleh 30 Kepala MI yang akan berlansung selama 6 hari sejak dibuka pada Hari Senin 28 November 2022, hingga Sabtu 3 Desember 2022.

“Minimal jatahnya 10 Kepala Madrasah, jadi untuk KKMI Sapeken kita ada dua wulayah, yakni wilayah barat dah wilayah timur. Masing masing wilayah 15 kepala MI, maka total pesertanya dari Sapeken 30 orang” katanya, usai mengikuti pembukaan pembinaan bagi peserta, Senin (28/11/2022).

Baca Juga :   DPRD Sebut Mayoritas Perumahan di Sumenep Ilegal

Dia mengatakan, kegiatan Bimtek PKB ini merupakan hal yang harus diikuti oleh setiap kepala madrasah, untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengelola madrasah yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Kemenag Sumenep Gelar Bimtek PKB Bagi Kepala Madrasah

“Karena ini harus diikuti, maka biar bagaimanpun Kepala MI harus berangkat ke daratan Sumenep, agar terus ada pengembangan kwalitas bagi setiap kepala madrasah di kepulauan. Sekalipun harus menyeberangi lautan” terangnya.

Suharto menyebutkan, Kepal Madrasah di Kepulauan berbeda dengan kepala madrasha yang ada di daratan, tentu dengan berbagai alasan yang berbea beda. Belum lagi jarak tempuh serta hal lainnya.

Baca Juga :   446 Peserta PPPK di Sumenep Tidak Lolos "Passing Grade"

“Kita kan tahu sendiri, Sapeken ini tidak satu daratan, jadi Madrasahnya du tiap tiap pulau, jarak tempuhnya kepulau satunya pun berbeda beda, ada yang 2 jam, sampai 6 jam ada. Tapi ini tidak menyurutkan semangat para kepala madrasah untuk ikut serta” tegasnya

Sementara kata Suharto, untuk kebutuhan serta transportasi setiap kepala madrasah sejak berangkat hingga selama berada di daratan Kabupaten Sumenep akan ditanggung oleh pemerintah (Kemenag). Itu semua untuk memberikan rasa keadilan bagi madrasah di Kepulauan.

“Termasuk biaya penginapan, makan dan lainnya insya allah menjadi tanggungan kami (kemenag) yang anggarannya memang bersumber dari Kemenag RI. Itu sebabnya kita berharap agar kepala madrasah serius mengikuti kegiatan bimtek ini” tukasnya.

Baca Juga :   Di Batang, Ratusan Botol Miras Disita

Tinggalkan Balasan