TANGGAL 21 November diperingati sebagai Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia. PPOK merupakan penyakit progresif yang mengancam jiwa dan diperkirakan memengaruhi lebih dari 251 juta orang di dunia. Penyakit ini bahkan diperkirakan akan menjadi penyebab kematian ketiga pada tahun 2020. Di Indonesia, angka kasus PPOK terbilang tinggi mengingat jumlah perokok yang tak sedikit.
“Sebuah studi biomass pada tahun 2013 yang merupakan kolaborasi Indonesia dengan Vietnam menemukan bahwa prevalensi PPOK pada pasien bebas rokok sama tingginya. Studi tersebut melibatkan responden berusia di atas 40 tahun yang tinggal di Banten dan DKI Jakarta dan menemukan prevalensi pasien PPOK sampai 6,3%,” tutur Prof. dr. Faisal Yunus dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam rilis yang diterima media ini dari Philips, Kamis 22 November 2018.
“Selain itu, banyak juga yang beranggapan olahraga rutin atau kunjungan ke wilayah dengan udara bersih bisa mencegah penyakit paru, padahal itu tidak benar. Zat yang sudah terlanjur bertumpuk di paru karena asap rokok dan polusi udara, tidak akan hilang. Dengan demikian, mereka yang sudah ada gejala kondisinya akan semakin parah dan harus berobat ke dokter,” ujar Prof. Faisal.
PPOK merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penyakit ini tidak serta merta membuat kondisi pasien menjadi lemah. Pasien tetap bisa hidup dengan baik selama patuh terhadap perawatan dan pengobatannya. Langkah ini mengurangi kemungkinan kondisi penyakit semakin bertambah buruk.
Bagi pasien yang sudah memiliki PPOK ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa hidup dengan baik dan tetap aktif:
1. Memiliki pola pikir positif
Ubah pandangan tentang penyakit dan pahami kunci untuk tetap aktif terletak pada setiap individu.
2. Tentukan tujuan
Tanyakan pada diri sendiri hal yang ingin dilakukan. Tetapkan tujuan jangka pendek dan panjang untuk diri sendiri.
3. Olahraga
Latihan fisik dapat membantu memperkuat kelompok otot besar dan memperbaiki sirkulasi saluran napas. Berusahalah untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas fisik dengan membagi tugas ke bagian yang lebih kecil dan menjadwalkan waktu istirahat yang lebij sering.
4. Pertahankan gaya hidup sehat
Pola makan yang sehat dengan nutrisi tepat dan tidur yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya gejala yang lebih buruk.
5. Bersabar
Pahamilah proses pemulihan membutuhkan waktu. Dengan olahraga dan pola makan yang sehat, kekuatan dan daya tahan tubuh tetap bisa terkontrol.
sumber: okezone












