Batik Sumenep Tampil Elegan, Pemkab Jadikan Fashion Show sebagai Gerakan Lestarikan Budaya dan Dongkrak UMKM

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fashion Show Batik Sumenep

Fashion Show Batik Sumenep

Batik Sumenep Tampil Elegan, Pemkab Jadikan Fashion Show sebagai Gerakan Lestarikan Budaya dan Dongkrak UMKM

limadetik.com/, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menguatkan upaya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Lomba Fashion Sunday Batik on the Street 2026, yang menjadikan jalanan pusat kota sebagai panggung terbuka untuk menampilkan kekayaan batik khas Sumenep, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta dari kategori anak-anak hingga dewasa itu tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, promosi pariwisata, dan pemberdayaan pelaku UMKM batik lokal.

Ragam motif batik khas Sumenep yang dikenakan para peserta menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Setiap penampilan menjadi representasi kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus menunjukkan bahwa batik tetap memiliki daya tarik di tengah perkembangan tren fesyen modern.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdakab Sumenep, Hizbul Wathan, SH., MH., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menarik minat wisatawan.

“Sunday Batik on the Street bukan sekadar lomba fashion. Ini adalah gerakan budaya untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan batik Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Hizbul, batik Sumenep tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura.

Karena itu, ia menegaskan, pelestarian batik merupakan tanggung jawab bersama agar warisan budaya tersebut terus hidup dan dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Batik adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Sumenep. Di setiap motif tersimpan cerita dan nilai luhur yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, konsep Batik on the Street sengaja dihadirkan untuk mendekatkan batik kepada masyarakat. Jalanan dijadikan ruang ekspresi bagi para perajin, desainer, pelaku UMKM, hingga generasi muda untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

“Kami ingin generasi muda bangga mengenakan batik lokal. Ketika masyarakat membeli dan memakai batik karya pengrajin Sumenep, sesungguhnya mereka juga ikut menggerakkan perekonomian daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Faizah Karamatun menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen memperluas promosi batik khas Sumenep sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal.

Ia mengungkapkan, khusus kategori dewasa, seluruh peserta yang berasal dari Tim Penggerak PKK dan Puskesmas se-Kabupaten Sumenep diwajibkan mengenakan batik produksi UMKM lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para perajin daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sumenep berharap batik tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memperkuat daya saing daerah serta menjadikan Sumenep sebagai salah satu destinasi unggulan wisata budaya di Jawa Timur.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam
Pengisian Pertalite Pakai Jeriken di Dalam Avanza Soroti Pelayanan SPBU Kolor Sumenep
KJJT Indonesia Gelar Mubes HUT ke-7, 125 Jurnalis Bahas Masa Depan Pers dan Keterbukaan Informasi
Cafe Lotus Digerebek, 48 Botol Miras Diamankan Polisi
KKN UA Posko 09 Gelar Bimbingan Belajar Rutin, Bekali Siswa Lima Kompetensi
HIMPASS Soroti Narkoba hingga Solar Subsidi di Sapeken, Kapolresta Sumenep Janji Turun Langsung
Empat Kepala OPD Baru Sumenep Dilantik, Bupati Pasang Target Perubahan
Namanya Disebut Main Solar Subsidi ke PT PNE, Bendahara Desa Pagerungan Kecil Beri Bantahan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:42 WIB

Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam

Rabu, 9 September 2026 - 12:16 WIB

Pengisian Pertalite Pakai Jeriken di Dalam Avanza Soroti Pelayanan SPBU Kolor Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 11:57 WIB

Cafe Lotus Digerebek, 48 Botol Miras Diamankan Polisi

Jumat, 4 September 2026 - 20:28 WIB

KKN UA Posko 09 Gelar Bimbingan Belajar Rutin, Bekali Siswa Lima Kompetensi

Jumat, 4 September 2026 - 19:59 WIB

HIMPASS Soroti Narkoba hingga Solar Subsidi di Sapeken, Kapolresta Sumenep Janji Turun Langsung

Berita Terbaru

SMSI Jatim bersama anggota DPRD Sumenep

Surabaya

SMSI Jatim Jajaki Kerjasama dengan Anggota DPRD Surabaya

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:43 WIB