Puskesmas Pandian Bidik PTM dari Bangku Sekolah, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jalani Skrining

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan skrining Puskesmas Pandian di MTsN 1 Sumenep

Kegiatan skrining Puskesmas Pandian di MTsN 1 Sumenep

Puskesmas Pandian Bidik PTM dari Bangku Sekolah, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jalani Skrining

limadetik.com/, SUMENEP — Penyakit tidak menular (PTM) kini tidak lagi identik dengan persoalan kesehatan orang dewasa. Kesadaran menjaga kesehatan sejak usia sekolah menjadi salah satu kunci untuk menekan faktor risiko penyakit di masa mendatang.

Pesan tersebut menjadi fokus Puskesmas Pandian bersama Tim Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep saat menggelar sosialisasi dan skrining PTM prioritas bagi siswa dan guru MTsN 1 Sumenep, Senin (10/8/2026).

Kegiatan itu tidak sekadar memberikan edukasi kesehatan. Para peserta juga diarahkan untuk mengenali faktor risiko PTM sekaligus memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk ketika tubuh belum menunjukkan gejala.

Kepala Puskesmas Pandian, dr. Fatimatul Insyoniah, mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

“Melalui skrining, potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun pengendalian bisa segera dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” ujar dr. Fatimatul, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran hidup sehat. Siswa yang sejak dini mengenal faktor risiko PTM diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga mulai membentuk kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Tim PTM Puskesmas Pandian bersama Tim Dinkes P2KB Sumenep terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Sasaran tidak hanya siswa, tetapi juga para guru sebagai bagian penting dari lingkungan pendidikan.

“Pengenalan faktor risiko PTM sejak usia sekolah diharapkan dapat mendorong siswa untuk mulai menerapkan perilaku hidup sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan dirinya maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Bagi tenaga pendidik, skrining sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak semestinya baru diperhatikan ketika keluhan muncul. Guru juga dinilai memiliki peran penting dalam memberikan contoh perilaku hidup sehat kepada peserta didik.

dr. Fatimatul menegaskan, PTM membutuhkan pengendalian yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika penyakit sudah muncul.

“PTM sendiri menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan pengendalian berkelanjutan. Karena itu, pendekatan melalui edukasi dan deteksi dini penting agar masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami sakit atau komplikasi,” terangnya.

Puskesmas Pandian pun berkomitmen memperluas pencegahan PTM melalui pendekatan berbasis komunitas. Sekolah menjadi salah satu sasaran penting karena edukasi kesehatan yang diberikan sejak dini dapat membentuk kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.

“Menjaga kesehatan bukan sekadar mengobati penyakit. Semuanya dimulai dari mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, upaya pengendalian PTM di Sumenep diarahkan tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan, tetapi juga masuk ke ruang-ruang komunitas tempat masyarakat beraktivitas, termasuk lingkungan sekolah.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan
Kick Off Hari Santri 2026 di Sumenep, Semangat Pesantren Didorong Berkontribusi untuk Masyarakat
Dari Lapangan SD Menuju Sepak Bola Profesional, 23 Tim Ramaikan U-13 Sumenep
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Arus Digital
QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi
Warga Pulau Pagerungan Besar Diperkuat Hadapi Kebakaran, Gugus Tanggap Bencana Kembali Dilatih
Mimbar Demokrasi HIMPASS: Mengenang Sejarah, Menagih Keadilan untuk Kepulauan
Sembilan Raperda Disepakati, Bupati Sumenep Soroti Dampaknya bagi Pelayanan dan Kesejahteraan Warga
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Kick Off Hari Santri 2026 di Sumenep, Semangat Pesantren Didorong Berkontribusi untuk Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dari Lapangan SD Menuju Sepak Bola Profesional, 23 Tim Ramaikan U-13 Sumenep

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Arus Digital

Rabu, 30 September 2026 - 13:19 WIB

QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi

Berita Terbaru

Noris Soleh

Opini

Sudut Pandang Dinamika Perkembangan Pendidikan

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:41 WIB