Syahbandar Bersholawat di Sumenep, KSOP Kalianget Tanamkan Kesadaran Keselamatan Pelayaran
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Keselamatan pelayaran bukan sekadar urusan petugas dan awak kapal, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat. Untuk menanamkan pemahaman tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget menggelar kegiatan Syahbandar Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Iman, Menjaga Keselamatan dan Menghijaukan Bumi”, kegiatan ini memadukan pendekatan keagamaan dengan edukasi keselamatan pelayaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kalianget berupaya menanamkan budaya keselamatan sekaligus mempererat hubungan dengan kalangan pesantren dan masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, serta para pengasuh dan santri Pondok Pesantren Aqidah Usymuni.
Dalam sambutannya, Azwar Anas menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab syahbandar, nakhoda, awak kapal, maupun operator kapal. Keselamatan di laut, menurutnya, membutuhkan kedisiplinan dan kepedulian semua pihak, termasuk masyarakat yang menggunakan transportasi laut.
“Melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat ini, kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya urusan kapal dan perjalanan di laut. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk mengutamakan keselamatan,” kata Azwar.
Ia menilai, lingkungan pesantren menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada generasi muda. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam kehidupan santri, seperti disiplin, menaati aturan, dan saling mengingatkan, dinilai sejalan dengan upaya membangun budaya keselamatan pelayaran.
“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan para santri. Disiplin, taat aturan, dan saling mengingatkan merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di pelabuhan, di atas kapal, maupun di lingkungan pesisir,” ujarnya.
Azwar juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas saat melakukan perjalanan laut. Penumpang diminta mematuhi ketentuan pelayaran, mengikuti arahan petugas dan awak kapal, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai aturan.
Ia berharap para santri tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga ikut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi duta keselamatan di lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat. Pengetahuan sederhana tentang keselamatan bisa sangat berarti dan bahkan membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
Selain keselamatan pelayaran, KSOP Kalianget turut menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Menurut Azwar, laut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan sehingga kelestariannya harus dijaga bersama.
“Laut bukan tempat untuk membuang sampah ataupun melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga laut agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap keselamatan dan lingkungan merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Karena itu, peningkatan kesadaran keselamatan pelayaran perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Azwar juga menyoroti pentingnya keterlibatan para kiai dan pengasuh pondok pesantren dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat. Kedekatan tokoh agama dengan warga dinilai dapat memperkuat penyampaian edukasi yang selama ini dilakukan pemerintah.
“Kami menyadari bahwa edukasi keselamatan akan semakin kuat apabila tidak hanya disampaikan oleh instansi pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari para kiai dan pengasuh pondok pesantren. Dengan begitu, pesan tentang kedisiplinan, kepedulian, dan keselamatan dapat diterima dengan baik serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Usai kegiatan edukasi keselamatan pelayaran yang dikemas melalui Syahbandar Bersholawat, KSOP Kelas IV Kalianget bersama Disperkimhub Sumenep, Camat Kota, Danramil Kalianget, dan sejumlah tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon di sekitar kampus STITA.
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan tema kegiatan yang tidak hanya menekankan penguatan iman dan keselamatan, tetapi juga pentingnya menjaga kelestarian alam.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget berharap kesadaran keselamatan pelayaran semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Sumenep. Masyarakat juga diharapkan semakin disiplin dalam menggunakan transportasi laut serta berperan aktif menjaga lingkungan demi keberlanjutan sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi








