Prestasi Siswa Bondowoso Diapresiasi Bupati, Dukungan Anggaran Ekstrakurikuler Masih Jadi PR Disdik
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi melalui kedisiplinan dan pembinaan berkelanjutan. Namun dorongan tersebut belum diimbangi dengan dukungan anggaran untuk keikutsertaan siswa dalam kompetisi ekstrakurikuler di luar daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengakui pihaknya belum menyediakan anggaran khusus untuk kegiatan tersebut.
“Memang belum menyediakan anggaran untuk hal di luar seperti ini. Yang kita sediakan, ya kalau seperti ini memang belum disediakan,” kata Taufan pada Limadetik.com, usai acara, Rabu (21/10/2026).
Menurut Taufan, kegiatan ekstrakurikuler berada di luar kegiatan kurikuler sehingga pelaksanaannya selama ini lebih banyak diserahkan kepada wali murid dan komite sekolah.
“Dalam struktur kurikulum ini adalah kegiatan di luar kurikuler. Sehingga memang untuk seperti ini sepenuhnya diserahkan kepada wali murid, kepada komite,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah peralatan kompetisi memang sudah tersedia, namun untuk peralatan tertentu sekolah masih harus meminjam. Ia mencontohkan keikutsertaan siswa SMP Negeri 1 Bondowoso dalam kegiatan di Tulungagung yang juga tidak ditopang anggaran Disdik.
Sementara itu, Bupati Abdul Hamid Wahid sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan pelatih yang berhasil meraih prestasi. Ia menegaskan anak-anak Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain meski wilayahnya dikelilingi perbukitan dan pegunungan.
“Saya berharap prestasi ini tidak menjadi sia-sia. Dapat terus dipertahankan, dapat terus dibina dan naik, serta menjadi motivasi bagi adik-adik kita yang lain untuk berprestasi dalam berbagai bidang,” kata Bupati dalam sambutannya.
Bupati berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemicu untuk meraih keberhasilan yang lebih tinggi.
Kondisi ini menimbulkan pekerjaan rumah bagi Disdik. Di satu sisi, kepala daerah mendorong prestasi terus naik, di sisi lain pembinaan belum mendapat dukungan anggaran yang memadai, termasuk untuk fasilitas, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi.
Ketergantungan pada wali murid dan komite juga berpotensi membuat kesempatan berprestasi terkendala kemampuan ekonomi keluarga. Padahal pengembangan bakat dan minat siswa merupakan bagian penting dalam pendidikan.
Ke depan, Disdik perlu menjelaskan skema bantuan lain yang dapat dimanfaatkan sekolah, penentuan prioritas pembinaan, serta kemungkinan memasukkan kebutuhan anggaran kompetisi ekstrakurikuler dalam perencanaan program berikutnya, agar harapan Bupati agar generasi muda Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain dapat diikuti langkah konkret yang berkelanjutan dan lebih merata.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








