Daerah

Pengolahan Sampah di Sumenep oleh PT Bio Mass Perusahaan Asosiasi Jepang Asean Peluang Lapangan Kerja

×

Pengolahan Sampah di Sumenep oleh PT Bio Mass Perusahaan Asosiasi Jepang Asean Peluang Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Pengolahan Sampah di Sumenep oleh PT Bio Mass Perusahaan Asosiasi Jepang Asean Peluang Lapangan Kerja
Kepala DLH Sumenep Arif Susanto (kiri) bersama perwakilan PT Bio Mass, Asosiasi Asean Jepang, Juinji Seunaga

Pengolahan Sampah di Sumenep oleh PT Bio Mass Perusahaan Asosiasi Jepang Asean Peluang Lapangan Kerja

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kerjasama Pemkab Sumenep dengan Perusahaan dari Jepang dalam pengolahan sampah non organik membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat, disamping akan mampu mengatasi persoalan sampah juga bisa mendorong pertumbuhan perekonomian, Selasa (27/2/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Arif Susanto, dalam kesempatan bertemu dengan pihak perwakilan dari PT Bio Mass perusahaan Asosiasi Jepang Asean, Jeunji Seunaga mengatakan, bahwa Sumenep mejadi satu satunya Kabupaten yang dipilih untuk pengolahan sampah non organik untuk menuju bio green maupun green ekonomi.

Atas rencana investasi perusahaan Asosiasi Jepang Asean ini, Pemkab Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyambut baik, karena dinilai akan berdampak positif untuk peningkatan perekonomian masyarakat, disamping teratasinya persoalan sampah dengan sangat baik yang bernilai ekonomis.

“Investasi dari Jepang ini, akan mengelola sampah non organik menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi. Di mana nantinya sampah seperti botol bekas air mineral, dan kemasan minum serta yang lainnya bisa dikelol menjadi bahan bakar seperti bio solar, listrik, areng dan masih banyak lainnya” kata Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto, Senin (26/2/2024).

Selain persoalan sampah dapat tertangani dengan baik lanjut Arir, perusahaan ini nantinya juga bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat. Di mana ke depan, pihaknya juga berencana akan melibatkan BUMD maupun pihak suwasta untuk ikut andil dalam pengelolaan nya.

“Ada banyak nantinya tenaga kerja yang dibutuhkan, ya sekitar 300 lebih lah yang bisa dipekerjakan di perusahaan asal Jepang ini. Nanti kita juga pasti akan melibatkan BUMD maupun swasta dalam pengembangannya. Sebab nanti hasilnya pasti akan di ekspor keluar Negeri” ungkapnya.

Arif kemudian menjelaskan, kebutuhan sampah saat produksi nya nanti dalam satu bulannya bisa mencapai 100 ton, tentu perlu melibatkan Kabupaten lain yang ada di pulau Madura untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

“Sementara ini memang sampah yang kita kumpulkan memang baru 4 Kecamatan. Tapi jika semua sampah yang ada di setiap Kecamatan di Sumenep ini kita kumpulkan, saya rasa lebih dari kebutuhan perusahaan. Namun biar bagaimanapun, tetap kami akan mengajak Kabupaten lain di Madura seperti Pamekasan, Sampang dan Bangkalan untuk goo green sebagaimana progam pemerintah saat ini” jelasnya.

Untuk nilai investasi sendiri tambah Kadis Lingkungan Hidup Sumenep itu mencapai 900 Miliar lebih, dan penentuan lokasi perusahaan masih dilakukan peninjauan dimana nantinya yang cocok.

“Rencana ada dua lokasi yang akan di survei, antara di Talango dan Saronggi. Kalau untuk MoU nya akan kita lakukan dalam waktu dekat ini” pungkasnya.