Relevansi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Demonstrasi Mahasiswa
Oleh : Aoera Candra Kinanthi
Prodi : Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Fakultas : Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
___________________________________
OPINI – Pada beberapa pekan yang lalu, sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka menolak revisi UU Pilkada. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menerbitkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2024 tentang pencalonan pilkada pada Minggu (25/8/2024).
Revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) ini menuai reaksi dari banyak pihak. Unjuk rasa menolak revisi UU Pilkada pun direncanakan akan digelar di berbagai daerah.
Indonesia adalah negara demokratis yang berarti kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, hal ini diimplementasikan melalui pemilihan umum dan partisipasi aktif masyarakat.
Prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan berpendapat, perlindungan hak asasi manusia, dan pemerintahan yang transparan, dijunjung tinggi. Hal ini memungkinkan rakyat khususnya mahasiswa untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Peran mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan mengawasi jalannya pemerintahan sangat penting, karena mereka berfungsi sebagai perwakilan suara kritis dalam masyarakat. Mahasiswa dapat menyuarakan aspirasi mereka dengan cara diskusi publik untuk menyampaikan pandangan dan tuntutan masyarakat. Dengan peran ini, mahasiswa dapat membantu memastikan transparansi dalam pemerintahan.
Pendidikan kewarganegaraan penting bagi generasi muda karena memberikan pemahaman tentang demokrasi, melatih berfikir kritis terhadap kebijakan, mengembangkan karakter demokratis dan meningkatkan kesadaran sosial terhadap isu-isu politik di sekitar.
Ini mendorong partisipasi politik dengan mengajarkan cara menyampaikan pendapat dan memahami proses politik. Dengan pengetahuan ini, generasi muda dapat berkontribusi secara aktif dan kritis, serta mengambil peran dalam pembentukan kebijakan yang berdampak pada masa depan mereka.
Perilaku demo mahasiswa dianggap sebagai bentuk partisipasi politik yang aktif, ini mencerminkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai demokratis. Aksi demonstrasi mahasiswa dilakukan untuk menunjukkan keberatan atau dukungan terhadap suatu isu politik.
Tentunya demo tersebut memberikan dampak bagi perubahan sosial. Pendidikan kewarganegaraan berperan sebagai fondasi, mengajarkan hak dan tanggung jawab, sehingga mahasiswa dapat terlibat secara kritis dalam proses politik.