Pembayaran Via Qris dan EDC di Destinasi Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan PAD

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan saat dikonfirmasi.

Kadisparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan saat dikonfirmasi.

Pembayaran Via Qris dan EDC di Destinasi Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan PAD

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus sejumlah daerah untuk bisa dimaksimalkan ditengah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso menyampaikan hal tersebut usai rakor bersama komisi 3 DPRD Bondowoso, Kamis (9/7/2026).

Gede Budiawan, kepala Disparbudpora Bondowoso menargetkan peningkatan PAD dari sektor pariwisata melalui optimalisasi pembayaran digital.

Menurut Gede, salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS dan Electronic Data Capture (EDC) di destinasi wisata.

“Penggunaan QRIS dan EDC terus kami dorong. Tujuannya agar transaksi non-tunai semakin meningkat,” ujarnya pada Limadetik.com.

Hal tersebut kata Gede dilakukan agar penyetoran pendapatan lebih mudah tercatat sekaligus meminimalkan potensi kebocoran di lapangan.

Meskipun terdapat dilema, karena penggunaan pembayaran digital saat ini masih berada di bawah 20 persen, Gede optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring semakin masifnya edukasi kepada masyarakat.

“Kami juga berkoordinasi dengan bank Jatim agar dengan sistem cash less ini bisa ada reward kecil-kecilan bagi pengunjung wisata dan bisa percepat pengunaan transaksi nontunai secara menyeluruh,” tandasnya.

Lebih lanjut, dalam rakor tersebut juga dibahas realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai sekitar 93,7 persen. Sisa anggaran yang belum terserap sebagian besar berasal dari belanja pegawai, seperti gaji dan tunjangan, karena masih terdapat sejumlah formasi jabatan yang belum terisi.

“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana di tahun 2026 kami tetap mampu menjalankan program-program meskipun anggaran terbatas,” pungkas Gede Budiawan.

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakor Bareng Komisi IV DPRD Bondowoso, Ini Kata Direktur RSUD Koesnadi
Kuatkan Arah Perjuangan Partai Menuju Pemilu 2029, PKB Bondowoso Gelar Kick Off
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bareng Perhutani KPH Bondowuso Tandatangani PKS
Diduga Cemburu Usai Baca Pesan Facebook, Suami Bacok Istri di Bondowoso
MBG Libur Panjang, Pedagang Semangka Bondowoso Akui Penurunan Omzet
Muncul Kerusakan Jembatan Koncer, Komisi IV Desak Pemkab Evaluasi Menyeluruh
Satpam SPPG Grujugan Kidul 02 Pastikan Dapur Aman Selama Libur Panjang
Polemik Open Dumping Sampah Menjadi Perhatian Komisi III DPRD Bondowoso, Ini Kata Sutriyono

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:42 WIB

Rakor Bareng Komisi IV DPRD Bondowoso, Ini Kata Direktur RSUD Koesnadi

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:12 WIB

Pembayaran Via Qris dan EDC di Destinasi Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan PAD

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Kuatkan Arah Perjuangan Partai Menuju Pemilu 2029, PKB Bondowoso Gelar Kick Off

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:53 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bareng Perhutani KPH Bondowuso Tandatangani PKS

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Diduga Cemburu Usai Baca Pesan Facebook, Suami Bacok Istri di Bondowoso

Berita Terbaru

Noris Soleh

Opini

Kontribusi Kader HMI Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 11 Jul 2026 - 14:22 WIB

Puisi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 13:42 WIB