Pemkab Sumenep Gandeng ITPLN, Buka Jalur Beasiswa untuk Cetak SDM Unggul di Sektor Energi dan Teknologi
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi. Langkah tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Institut Teknologi PLN (ITPLN) yang digelar di Aula Mojopahit, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Jumat (10/7/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari agenda besar Pemkab Sumenep dalam memperluas akses pendidikan tinggi berbasis teknologi dan energi bagi generasi muda.
Fokus utama kolaborasi tersebut meliputi penerimaan mahasiswa baru dan penyediaan program beasiswa bagi putra-putri asal Kabupaten Sumenep yang akan melanjutkan studi di Institut Teknologi PLN.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas manusia.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di bidang keteknikan, energi, dan teknologi yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan kebutuhan industri masa depan,” kata Achmad Fauzi.
Menurutnya, transformasi ekonomi menuntut daerah memiliki SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang energi dinilai menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui program beasiswa yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut, lulusan SMA dan SMK asal Sumenep diharapkan memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terbebani kendala biaya.
Tidak hanya menggandeng Pemkab Sumenep, Institut Teknologi PLN pada kesempatan yang sama juga menandatangani sejumlah kerja sama strategis dengan berbagai institusi.
Di antaranya Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Sampang terkait program penerimaan mahasiswa baru dan beasiswa, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang dalam pemanfaatan laboratorium untuk Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur yang berfokus pada pelatihan, workshop, dan sertifikasi kompetensi.
Bupati Fauzi menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha merupakan model pembangunan SDM yang harus terus diperkuat agar lulusan pendidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Harapannya, kerja sama ini menjadi titik awal lahirnya generasi muda Sumenep yang unggul di bidang energi, kelistrikan, teknologi, dan industri, sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memiliki daya saing di era ekonomi berbasis inovasi,” ujarnya.
Kerja sama tersebut tambah Bupati, sekaligus mempertegas arah kebijakan Pemkab Sumenep yang menjadikan peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Pemerintah daerah menilai investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi penting untuk menciptakan tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan transformasi industri, digitalisasi, dan transisi energi di masa mendatang” pungkasnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, peluang masyarakat Sumenep untuk mengenyam pendidikan tinggi di Institut Teknologi PLN semakin terbuka.
Di sisi lain, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan SDM berkualitas yang akan menjadi modal utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi









