MBG Libur Panjang, Pedagang Semangka Bondowoso Akui Penurunan Omzet
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur kenaikan kelas berdampak langsung terhadap penjualan buah di Kabupaten Bondowoso.
Pedagang semangka dan melon mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup tajam akibat berkurangnya permintaan.
Haryanto, salah satu pedagang buah semangka di Bondowoso mengatakan penjualan semangka dan melon merosot drastis sejak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) berhenti beroperasi sementara.
Jika sebelumnya ia mampu menjual dua hingga tiga ton buah setiap hari, kini penjualannya hanya berkisar 30 hingga 50 kilogram per hari.
“Biasanya bisa terjual dua sampai tiga ton per hari. Sekarang paling hanya 30 sampai 50 kilogram saja,” ujarnya pada Limadetik.com, Selasa (7/6/2026) sore.
Tak hanya volume penjualan yang turun, harga jual buah juga ikut anjlok. Menurut Haryanto, harga semangka dan melon yang sebelumnya berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram kini hanya dihargai sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Kondisi tersebut, kata dia, sangat memengaruhi pendapatan pedagang maupun petani buah di Bondowoso yang selama ini ikut merasakan dampak positif dari tingginya permintaan buah untuk kebutuhan program MBG.
Haryanto berharap Program Makan Bergizi Gratis segera kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir. Ia menilai keberadaan program tersebut telah menjadi salah satu penggerak pasar bagi komoditas buah lokal.
“Kami berharap MBG segera beroperasi kembali agar kesejahteraan petani dan pedagang buah di Bondowoso bisa kembali dirasakan,” pungkasnya.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu











