Daerah

Lahan 4,2 Hektar Dipastikan Tersedia, Ahmad Juhairi Desak PLN Percepat Pembangunan PLTS Masalembu

×

Lahan 4,2 Hektar Dipastikan Tersedia, Ahmad Juhairi Desak PLN Percepat Pembangunan PLTS Masalembu

Sebarkan artikel ini
Lahan 4,2 Hektar Dipastikan Tersedia, Ahmad Juhairi Desak PLN Percepat Pembangunan PLTS Masalembu
Ahmad Juhairi, Anggota Komisi I DPRD Sumenep (dok. Limadetik)

Lahan 4,2 Hektar Dipastikan Tersedia, Ahmad Juhairi Desak PLN Percepat Pembangunan PLTS Masalembu

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Komitmen menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat kepulauan kembali ditegaskan Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi, S.Fil. Ia memastikan kebutuhan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Masalembu seluas 4,2 hektar telah tersedia.

Hal itu ditegaskan Juhairi saat melakukan rapat “Koordinasi Tindak Lanjut Penyediaan Listrik PLN di Pulau Masalembu” Drektorat Jenderal Ketenagalistrikan di Jakarta pada Senin 23 Februari 2026.

Menurut Juhairi, kepastian lahan menjadi kunci utama agar proyek strategis tersebut tidak lagi tersendat. Ia menegaskan, DPRD bersama pemerintah daerah berupaya maksimal agar percepatan pembangunan PLTS di Masalembu segera terealisasi.

“Pada prinsipnya, kebutuhan lahan 4,2 hektar sudah tersedia di Pulau Masalembu. Ini bentuk keseriusan kita agar tidak ada lagi alasan penundaan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026) saat dihubungi media ini melalui chat WhatsApp pribadinya.

Tak hanya memastikan ketersediaan lahan di titik awal, Juhairi juga mendorong PLN untuk segera mencari alternatif apabila lokasi yang direncanakan sebelumnya belum berstatus clean and clear.

“Kalau memang lokasi awal belum memenuhi syarat administratif atau teknis, kami minta PLN tidak berhenti. Segera cari alternatif lain supaya proses percepatan tetap berjalan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini telah diusulkan dua titik lahan alternatif di luar lokasi awal kepada PLN UP3 Madura. Langkah tersebut dilakukan agar PLN memiliki opsi dan bisa segera menentukan lokasi paling layak sesuai standar teknis yang ditetapkan.

Dari sisi pemerintah daerah, lanjut Juhairi, juga sempat muncul usulan pemanfaatan lahan tidak produktif milik PT Elnusa sebagai salah satu opsi pendukung. Namun, seluruh keputusan tetap berada di tangan PLN sebagai pelaksana teknis proyek.

“Pemda sudah mengusulkan, termasuk lahan nganggur milik PT Elnusa. Tinggal PLN yang menentukan mana yang paling layak sesuai syarat dan ketentuan mereka,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep dari Partai Nasdem itu berharap, dengan adanya kepastian dan alternatif lahan tersebut, PLN tidak lagi ragu untuk segera merealisasikan pembangunan PLTS di Pulau Masalembu.

Pasalnya, kebutuhan listrik yang stabil menjadi harapan besar masyarakat kepulauan demi mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.

“Masalembu ini wilayah kepulauan yang sangat membutuhkan pasokan listrik yang memadai. Kita tidak ingin masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. Lahan sudah ada, alternatif juga sudah disiapkan, sekarang tinggal komitmen percepatan dari PLN,” pungkasnya.