Ahmad Juhairi Tak Kenal Lelah Perjuangkan Listrik PLN untuk Masalembu, Harapan Warga Kini Kian Nyata
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Di tengah luasnya lautan dan keterbatasan infrastruktur kepulauan, perjuangan menghadirkan listrik negara bagi masyarakat Pulau Masalembu terus menyala. Harapan itu kini kembali menemukan titik terang berkat konsistensi perjuangan anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Masalembu, Ahmad Juhairi, yang selama bertahun-tahun berada di garda terdepan memperjuangkan akses listrik bagi warga, Senin (4/5/2026).
Pulau Masalembu yang berada di jalur strategis pelayaran nasional serta memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, hingga kini masih menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik dari PT PLN (Persero). Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat pembangunan sekaligus membatasi aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejak tahun 2019, berbagai langkah telah dilakukan untuk mempercepat masuknya listrik negara ke wilayah kepulauan tersebut. Ahmad Juhairi bersama masyarakat Masalembu aktif melakukan audiensi dengan Dinas ESDM Jawa Timur, koordinasi dengan PLN, hingga menjalin komunikasi dengan Kementerian ESDM Republik Indonesia.
Perjuangan itu bahkan sempat menunjukkan progres signifikan pada awal tahun 2020, ketika lebih dari 1.300 tiang listrik berhasil dikirim dan ditanam di Pulau Masalembu. Pembangunan tersebut menjadi simbol nyata bahwa impian masyarakat untuk menikmati listrik negara mulai mendekati kenyataan.
Namun perjuangan belum berhenti. Pada Senin, 23 Februari 2026 lalu, Ahmad Juhairi bersama Ketua SNNU Masalembu, Jailani, serta perwakilan nelayan kembali melakukan audiensi langsung ke kementerian terkait di Jakarta guna mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik di Masalembu.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan masyarakat kepulauan tidak hanya berhenti di tingkat daerah, melainkan terus dikawal hingga pemerintah pusat.
Meski demikian, proyek pembangunan pembangkit listrik masih menghadapi kendala utama berupa ketersediaan lahan untuk pusat pembangkit listrik. Persoalan itu menjadi titik krusial yang hingga kini masih diupayakan penyelesaiannya.
Tidak ingin perjuangan terhenti, Ahmad Juhairi kembali mengambil langkah strategis dengan menggandeng pihak swasta. Bersama masyarakat Masalembu, ia mengajukan permohonan kepada PT Elnusa Tbk agar turut membantu penyediaan lahan demi mempercepat pembangunan pembangkit listrik.
Dalam pertemuan yang dipimpin Manager Property Development PT Elnusa Tbk, Raditya Yudha Perwira, pihak perusahaan memberikan respons positif dan membuka peluang besar untuk tindak lanjut.
“Sangat memberikan peluang. Selanjutnya pihak Elnusa akan membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dengan PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ujar pihak Elnusa dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi masyarakat Masalembu yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan listrik.
“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Listrik adalah kebutuhan dasar. Sudah terlalu lama masyarakat Masalembu hidup dalam keterbatasan,” tegas Ahmad Juhairi.
Berbagai rapat koordinasi sepanjang 2025 hingga 2026 juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan listrik sangat bergantung pada penyediaan lahan. Tanpa itu, impian masyarakat Masalembu akan kembali tertunda.
Bagi warga Masalembu, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan di malam hari. Lebih dari itu, listrik diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan hasil sektor perikanan, mendukung aktivitas pelayaran, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.
Di tengah segala keterbatasan, Ahmad Juhairi terus membuktikan bahwa perjuangan untuk rakyat tidak mengenal lelah. Bersama tokoh masyarakat, nelayan, dan berbagai pihak terkait, ia terus menjaga nyala harapan bagi Pulau Masalembu.
Kini, harapan itu semakin dekat menjadi kenyataan. Dukungan lintas sektor mulai terbangun, komunikasi dengan berbagai pihak terus berjalan, dan masyarakat hanya menunggu satu langkah terakhir: realisasi pembangunan listrik negara di Pulau Masalembu.
Sebab bagi masyarakat Masalembu, listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan harapan panjang yang telah lama diperjuangkan.












