SUMENEP, Limadetik.com – Pada musim tanam tembakau tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur punya target ploting areal tanam seluas 21.893 hektar. Faktanya hingga pertengahan bulan Juli ini baru mencapai 50 persen.

Tetapi yang lebih urgen dari capaian ploting areal yang masih 50 persen adalah harga tembakau setiap tahun rendah. Harga sering tidak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikurtura Sumenep, mengatakan apabila ingin harga tinggi, petani disarankan menyesuikan dengan keinginan pabrikan. Pihak pabrikan menginginkan tembakau tegal gunung.

“Untuk mengantisipasi rendahnya harga tembakau. Kami intens melakukan komunikasi dengan pabrikan. Pihak pabrikan menginginkan tembakau tegal gunung,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Rabu (25/7/2018).

Sedangkan di Sumenep, selain di tegal gunung, banyak petani yang menanam tembakau di daerah persawahan. Hal itu tentu tidak berbanding lurus dengan yang dibutuhkan pabrikan.

“Meskipun ada juga yang menginginkan tembakau tegal sawah, seperti pabrik bentoel. Tetapi selama ini masih jarang (pabrikannya),” terangnya.

Kemudian, Bambang juga menyarankan supaya petani memperhatikan pasca panen. Selama ini petani masih mengunakan alat rajang manual. Sebaiknya petani sudah menggunakan perajang tembakau modern yang menghasilkan kualitas lebih bagus.

“Maka dari itu, kami harap petani mampu menghasilkan tembakau yang kualitasnya bagus dan juga pabrikan membeli dengan harga yang tinggi,” tukasnya.

(hoki/swd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here