Siswa SMP Binar Sumenep Juara 1 Coding Speed Challenge FOSFAT 2026, Ketua Yayasan : Bukti Generasi Digital Daerah Siap Bersaing
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Sumenep dalam ajang Coding Speed Challenge FOSFAT 2026. Kompetisi yang menguji kecepatan, logika, dan ketepatan pemrograman tersebut menjadi panggung unjuk kemampuan generasi muda di bidang teknologi digital.
Dalam ajang bergengsi yang berlangsung di SMAN 4 Pamekasan ini, Muhammad Darrel Binar A dari SMP Binar Sumenep berhasil meraih Juara 1, disusul Ikrom Ali dari SMPN 2 Pamekasan sebagai Juara 2, dan Ezra Zunnurain Aufa dari SMPN 2 Pamekasan sebagai Juara 3.
Kemenangan Darrel tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama harum lembaga pendidikan dan daerah Sumenep di tingkat kompetisi pelajar.
Ajang Coding Speed Challenge sendiri dikenal sebagai kompetisi yang menuntut peserta untuk menyelesaikan berbagai persoalan algoritma dan pemrograman dalam waktu terbatas. Para peserta diuji kemampuan berpikir logis, efisiensi kode, serta ketepatan solusi.
Ketua Yayasan Binar, H. Hairul Anwar, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki potensi besar di bidang teknologi jika mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak Sumenep mampu bersaing di bidang teknologi dan coding. Ini bukan hanya kemenangan individu, tetapi juga kemenangan dunia pendidikan kita,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Hairul juga menegaskan bahwa Yayasan Binar akan terus berkomitmen mendorong penguatan literasi digital di kalangan pelajar.
“Kami akan terus menghadirkan program pembinaan, pelatihan coding, dan pengembangan keterampilan digital. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang siap menghadapi tantangan era teknologi,” tambahnya.
Menurutnya, penguasaan coding saat ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar di era digital yang terus berkembang pesat.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain di Sumenep dan Madura secara umum untuk terus mengasah kemampuan, khususnya di bidang teknologi informasi” pungkas Anggota DPRD Sumenep itu.
Dengan semakin banyaknya talenta muda yang unggul di bidang coding, masa depan transformasi digital di daerah diyakini akan semakin cerah.












