Opini

Apakah Kebudayaan Jepang Mengancam Identitas Nasional, Menelaah Implikasi Budaya dan Sosial Terhadap Urgensi Kewarganegaraan

×

Apakah Kebudayaan Jepang Mengancam Identitas Nasional, Menelaah Implikasi Budaya dan Sosial Terhadap Urgensi Kewarganegaraan

Sebarkan artikel ini
Apakah Kebudayaan Jepang Mengancam Identitas Nasional, Menelaah Implikasi Budaya dan Sosial Terhadap Urgensi Kewarganegaraan
Muhammad Arif Rachman Haikal

Apakah Kebudayaan Jepang Mengancam Identitas Nasional, Menelaah Implikasi Budaya dan Sosial Terhadap Urgensi Kewarganegaraan

Oleh : Muhammad Arif Rachman Haikal
Fakultas : Teknik
Prodi : Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta

________________________________

OPINI – Anime, manga, dan J-POP merupakan sebagian kecil dari kebudayaan Jepang. Pada awalnya kebudayaan Jepang hanya dikenal oleh Negara Jepang sendiri, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, budaya jepang mulai mendunia, salah satu dampaknya yaitu masuknya budaya Jepang ke dalam Negara Indonesia.

Budaya Jepang yang masuk ke Indonesia lama kelamaan semakin merata ke seluruh penjuru negeri Hal ini dibuktikan dari munculnya komunitas-komunitas wibu di Indonesia, banyaknya event-event Jejepangan, dan diakuinya istilah wibu di dalam KBBI.

Tidak jarang sebagian orang mengadopsi kebudayaan Jepang ke dalam kehidupan. Namun, apakah hal ini dapat mengancam identitas bangsa? Tidak dapat dikatakan bahwa masuknya kebudayaan Jepang ke Indonesia mutlak aman.

Hal ini juga dapat menjadi ancaman, tapi juga bisa menjadi peluang untuk mencapai Indonesia yang lebih baik. Maka dari itu, diperlukan wawasan kebangsaan untuk dapat memilah mana yang dapat dan tidak dapat diterapkan di Indonesia.

Implikasi budaya dan sosial akibat masuknya budaya Jepang ke Indonesia merupakan permasalahan yang kompleks. Kesenian, bahasa, dan adat istiadat memegang peran yang sangat penting dalam membentuk identitas bangsa. Dan jika hal-hal itu mulai terkikis, dikhawatirkan budaya Jepang semakin menginvasi Indonesia dan berdampak pada krisis identitas.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwasannya budaya merupakan sesuatu yang dinamis. Artinya budaya bangsa dapat bersatu dengan budaya Jepang sehingga terjadi akulturasi budaya yang justru dapat memperkaya kebudayaan bangsa.

Dalam menghadapi permasalahan ini, penting bagi setiap warga negara untuk memahami pentingnya kewarganegaraan dan pentingnya melestarikan kebudayaan bangsa. Penting juga bagi warga negara untuk memahami tentang batasan apresiasi terhadap budaya asing tanpa kehilangan identitas nasional.

Daripada memandang budaya Jepang sebagai ancaman, lebih baik menikmati dan memilah budaya Jepang agar dapat beradaptasi dengan pengaruh luar, namun tetap memilik jiwa kebangsaan yang kuat.

Kesimpulannya, budaya Jepang dapat menjadi ancaman ataupun menjadi potensi. Hal ini dipengaruhi oleh bagaimana masyarakat menanggapi hal tersebut.

Diperlukan ilmu kewarganegaraan dan jiwa nasionalis yang tinggi agar tidak terjadi kriris identitas. Justru jadikan pengaruh luar sebagai kesempatan untuk memeperkaya kebudayaan bangsa serta memperkuat integritas bangsa.