https://limadetik.com/

Bawaslu Sumenep Temukan Seribu Lebih DPS Bermasalah

  • Bagikan
AddText 09 15 03.33.27
Komisioner Bawaslu, Imam Syafi'i

SUMENEP, limadetik.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan seribu lebih pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020, yang diduga bermasalah.

Komisioner Bawaslu Sumenep, Imam Syafi’i mengatakan salah satunya ditemukan banyak data ganda baik Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, maupun alamat.

https://limadetik.com/

“1.600 lebih data pemilih bermasalah yang tercatat dalam DPS pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020,” katanya, Rabu (30/9/2020).

Hal itu kata Imam, ditemukan setelah jajaran Bawaslu melakukan pencermatan terhadap DPS yang diumumkan KPU di balai desa dan tempat stragis untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih Pilbup benar benar valid.

“Hasilnya data ganda dengan tiga elemen sama nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan tanggal lahir 1.361, Nomor Kartu Keluarga (NKK) tidak sesuai dengan kode jatim 55, NIK dan NKK bukan wilayah jatim 20, NKK bukan wilayah Sumenep 24, NKK Invalid dengan angka akhir 000 tidak ada angka 79, dan NIK invalid 92” ungkapnya.

Dari itu pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar dilakukan perbaikan atau penyempurnaan sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“Sesuai jadwal dan tahapan pelaksanaan Pilbup rekapitulasi DPS hasil perbaikan menjadi DPT dijadwal antara 9 hingga 16 Oktober. Sedangkan hari H Pemungutan dan Penghitungan suara 9 Desember 2020” tukasnya.

Pada pilkada kali ini, terdapat dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang telah ditetapkan oleh KPU. Keduanya adalah Paslon nomor 01 Achmad Fauzi-Nyai Hajja Dewi Khalifah. Sedangkan Paslon 02 adalah Fattah Jasin-KH. Ali Fikri.

Paslon 01 diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sedangkan Paslon 02 diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Golkar sebagai Partai pendukung. (hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan