BKPSDM Sumenep Bocorkan Rahasia Lulus Tes CPNS

SUMENEP, limadetik.com – Sebanyak 1000 lebih Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur telah mengikuti tes melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Hanya saja, mayoritas mereka tidak lolos ‘passing grade’ atau ambang batas.

Baca: Peserta Tes CPNS di Sumenep Kedapatan Bawa Jimat dan Uang Jutaan Rupiah

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Titik Suryati akhirnya memberikan bocoran agar lolos ambang batas. Sebab untuk lulus menjadi abdi negara perlu memiliki strategi khusus saat menjawab soal melalui sistem CAT. Karena waktu yang tersedia relatif terbatas dengan jumlah soal yang banyak.

“Jangan sampai membaca soal berulang-ulang. Baca sekali, kalau sudah tidak bisa menjawab, tinggalkan saja pindah ke yang lain,” kata Titik Suryati, Jum’at (9/11/2018).

Sejak hari pertama hingga sekarang, nilai peserta tes CPNS di Sumenep mayoritas tidak memenuhi passing grade. Bahkan salah satu penyebabnya, kurang kecermatan peserta dalam mengerjakan soal.

“Minimnya peserta yang memenuhi ambang batas, kemungkinan besar mereka kurang tahu strategi menjawab soal, terutama dalam memanfaatkan waktu yang relatif sempit. Bukan karena mereka tidak tahu jawabannya,” terang perempuan yang karib disapa Titik.

Sedangkan ada juga peserta yang merasa ragu terhadap jawaban yang telah diisikan. Akhirnya merubah jawabannya disaat detik-detik terakhir. Akibatnya, jawaban yang sebelumnya benar, berubah menjadi salah dan itu dipastikan akan mengurangi nilai yang sudah ada.

“Peserta tidak perlu ragu saat menjawab soal dan baca soal sekali saja kemudian cari jawaban yang dianggap paling benar karena jawabannya kadang-kadang mirip,” tukasnya.

Sebelumnya, hingga sesi ke 8, baru ada 5 orang dari formasi peserta umum yang memenuhi passing grade, 6 orang dari peserta formasi ‘cumlaude’ dan 40 orang dari peserta K2.

Peserta tes CPNS 2018 di Sumenep sebanyak 1.943 orang. Formasi yang tersedia sebanyak 372, dengan perincian guru K2 163 orang, guru non K2 40 orang, tenaga kesehatan 125 formasi dan tenaga teknis 44. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here