https://limadetik.com/

Bupati Salwa Sampaikan Apresiasinya untuk TMMD ke 110 Pada Kapenrem 083 BDJ

  • Bagikan
Bupati Salwa Sampaikan Apresiasinya untuk TMMD ke 110 Pada Kapenrem 083 BDJ

BONDOWOSO, LimaDetik.Com – Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menilai pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 di Bondowoso sangat efektif. Utamanya, dalam pengembangan infrastruktur di kawasan terpencil dan sangat susah dijangkau.

Hal ini dituturkan Bupati Salwa di hadapan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 083/Bdj Mayor Inf Prasetya HK, saat berkunjung ke Pendopo Kabupaten, Selasa (9/3/2021).

https://limadetik.com/

Karena itulah, orang nomer satu di Bondowoso ini, berharap ke depan TMMD bisa dilaksanakan tiap tahun di desa-desa yang terisolir.

“Dengan adanya program TMMD ini bisa memudahkan infrastruktur masyakarat di bawah” kata Bupati.

Dan Bupati mengharapkan agar masyarakat bisa berpartisipasi, membantu dan mendukung terlaksananya TMMD itu.

“Dengan adanya TMMD ini diharapkan desa tersebut lebih berkembang dalam infrastrukturnya’ lanjutnya.

Sementara itu, Dandim 0822, Letkol Kav. Widi Widayat, mengaku pelaksanaan TMMD ini merupakan sinergitas antara Kodim 0822 dengan Pemerintah Daerah Bondowoso melalui instansi terkait.

Baca Juga: Buka TMMD Ke 110 Tahun 2021 Bondowoso, Bupati : Kalau Bisa Ada TMMD Tiap Tahun

“Ini sinergitas membangun desa” terangnya.

Sekedar informasi, Kapenrem 083 hadir ke Pendopo Kabupaten Bondowoso untuk menindak lanjuti sinergitas Kodim 0822 bersama pimpinan daerah, serta dinas terkait dalam pelaksanaan TMMD ke 110 yang sedang berjalan di dua desa.

Diberitakan Limadetik.com sebelumnya, bahwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 tahun 2021 di Bondowoso diselenggarakan di dua desa yakni Desa Penang dan Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo.

Pelaksanaannya berlangsung selama satu bulan penuh. Yakni melakukan pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk pembangunan fisik di antaranya seperti pelebaran jalan, pembangunan siskamling, pengerasan jalan, rehabilitasi mushola, fan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pembangunan non fisik itu mulai dari pembuatan pupuk, pembuatan kripik dari singkong, sunatan massal dan lainnya termasuk pengobatan untuk ternak masyarakat.

(budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan