https://limadetik.com/

Diresmikan dua Bulan Lalu, Proyek Senilai Rp 4.8 Miliar di Pasongsongan Hancur

  • Bagikan
Diresmikan dua Bulan Lalu, Proyek Senilai Rp 4.8 Miliar di Pasongsongan Hancur

SUMENEP, LimaDetik.Com – Proyek Pompa Air Tanpa Motor (PATM) yang ada di Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur baru diresmikan pada Senin, 2 November 2020 lalu.

Tetapi meski baru dua bulan diresmikan, proyek yang sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2020 sebesar Rp. 4,8 Miliar itu hancur.

https://limadetik.com/

Hancurnya proyek tersebut diduga akibat banjir. Tidak hanya itu, akibat tidak kuat menahan derasnya air, tanah di bagian sisi selatan sungai di sekitar proyek amblas. Pasalnya, arus air serta curah hujan yang tinggi membuat sejumlah pohon tumbang.

Dari Rp. 4,8 M itu, salah satunya digunakan untuk membangun dua bendungan dengan 17 pompa, juga sebuah tandon dengan kapasitas 72 ribu liter per detik. Dengan adanya proyek itu, Pemkab Sumenep optimis bisa untuk memenuhi kebutuhan air 106 hektar lahan pertanian di Kecamatan Pasongsongan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki. Agar proyek tersebut bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pemkab harus segera memperbaiki. Karena baru dua bulan (diresmikan). Nilainya juga miliaran. Buat apa dibangun proyek itu kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” katanya, Kamis (4/2/2021).

 

Diresmikan dua Bulan Lalu, Proyek Senilai Rp 4.8 Miliar di Pasongsongan Hancur
FOTO: Proyek Pompa Air hancur di Pasongsongan

Awalnya proyek itu bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya air untuk lebih memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, tidak lama setelah dinikmati oleh masyarakat, keburu rusak.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Sumenep, Chainur Rasyid mengakui adanya kerusakan di proyek PATM tersebut. Menurutnya, yang rusak adalah pompanya. Kerusakan bukan terjadi pada bendungan ataupun tandon.

“Rusaknya pipa di PATM itu karena faktor bencana alam. Saat itu terjadi hujan deras dan angin yang merobohkan pohon. Nah pohon itu menimpa pompa,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, posisi pompa berada di tengah aliran sungai. Di pinggir sungai banyak pohon, namun tidak ada penahan. Akibatnya ketika air sungai naik, pohon mudah roboh.

“Tapi sekarang pompa itu sudah proses diperbaiki oleh rekanan. Sehingga nanti apabila musim kemarau, pompa itu sudah bisa digunakan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui bersama, CV pelaksana dalam proyek miliaran tersebut dikerjakan oleh CV. SADY FAMILY dengan nomer SPK/Kontrak 602.1/01.PATM-L.KT/435.110.2/2020. Nilai lengkap dalam kontrak tersebut adalah Rp. 4.860.970.000,00. (Empat miliar delapan ratus enam puluh juta, sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah).

(Hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan