SUMENEP, limadetik.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidak main-main dalam menjaga konsistensi bahasa Madura. Kini Disdik meminta media untuk menulis berita pendidikan berbahasa Madura setiap hari selasa. Tujuannya untuk menjaga kearifan local Madura.

Plt Kepala Disdik Sumenep, Mohamad Saidi menjelaskan, belakangan bahasa Madura banyak mengalami kemerosotan. Sehingga perlu pihaknya kembali menyadarkan masyarakat untuk menjaga bahasa Madura.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap bahasa Madura. Kami meminta setiap sekolah menerapkan Bahasa Madura setiap hari Selasa. Guna menunjang itu kita lakukan melalui pendekatan dunia digital, kita gandeng media (online) untuk menerbitkan berita berbahasa Madura,” katanya, Kamis (18/4/2019)

Saidi mengungkapkan, tidak cukup para siswa hanya diajak berbahasa Madura tanpa diimbangi pendekatan lewat sesuatu yang mereka gemari. Sebab realisasinya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tetapi butuh kontinyuitas.

“Siswa tidak akan bisa dengan cara-cara dipaksa. harus ada formulasi baru untuk dekat dengan mereka, apa itu? Ya dunia digital. Kita akan hadirkan berita berbahasa Madura setiap hari Selasa, mereka kan sangat akrab dengan gadget, suka baca berita. Makanya kita akan suguhkan mereka lewat edukasi digital berita berkonten Bahasa Madura,” terang pria berkaca mata ini.

Tidak cukup itu saja, Dinas Pendidikan kini menggarap buku pegangan berbahasa Madura. Isinya  berkenaan dengan budaya lokal, permainan jaman dulu, termasuk sejarah Kota Keris.

Buku ini nantinya sebagai pegangan bagi para siswa. Semoga dengan berbagi upaya yang kita lakukan mampu mempertahankan dan mejaga Bahasa Madura yang baik,” harap Saidi. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here