Disdik Sumenep Gelar Lomba Berbasis Lokal

SUMENEP, limadetik.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Lomba Berbasis Lokal 2018 sejak, Kamis (13/14/2018). Lomba tersebut digelar dengan tujuan menghidupkan budaya lokal Madura. Pelaksanaan ditempatkan di Sar Kampong, Kecamatan Batuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Achmad Shadik mengungkapkan, tujuan lomba berbasis lokal ini dalam rangka menghidupkan budaya lokal Sumenep yang saat ini sudah mulai tidak diminati anak-anak utamanya siswa.

“Dengan diadakan lomba ini, diharapkan agar budaya lokal tidak tergerus oleh arus informasi dan globalisasi saat ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan dalam sambutannya saat membuka Lomba Berbasis Lokal mengajak masyarakat untuk mempertahan permainan Tradisional.

Mantan Ketua DPRD Sumenep, meminta masyarakat harus melestarikan sekaligus memperkenalkan dan mengajarkan kepada anak-anaknya permainan berbasis kearifan lokal. Sebab, permaianan lokal atau tradisional itu memiliki nilai-nilai positif yang bisa menjadi dasar pembentukan karakter.

“Permainan berbasis lokal atau tradisional itu mempunyai nilai tersendiri untuk pembentukan karakter anak-anak, sebab permainan rakyat itu umumnya dimainkan secara bersama-sama,”katanya.

Dia contohnya, permainan ‘salodor’ yang melibatkan beberapa anak untuk bermain, sehingga membutuhkan kebersamaan maupun kerja sama dan strategi, supaya bisa menang dalam bertanding.

Busyro meyakini permainan yang berbasis kearifan lokal juga melatih keterampilan anak berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Sekaligus membiasakan anak-anak sejak dini kreatif, seperti bermain rab-kerraban sape (kerapan sapi) yang terbuat dari bambu.

“Permainan berbasis kearifan lokal atau permainan tradisional itu juga melatih fisik anak semakin sehat, misalnya berlari, melompat dan melempar daripada permainan modern, seperti saat ini anak-anak pulang sekolah di sore hari hanya nonton TV atau bermain game di telepon genggamnya,” tukasnya.

Untuk diketahui, lomba berbasis lokal yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep adalah Lomba Pidato Bahasa Madura untuk guru SMP, Dongeng Bahasa Madura untuk siswa TK dan guru TK, Syair Bahasa Madura untuk guru SMP, Puisi Bahasa Madura untuk guru SD, Amaen Dheko untuk murid TK, Rab-Kerraban Sape untuk murid SD, Amaen Salodor untuk siswa SD, Amaen Leker untuk siswa SMP, Pal-Kapalan untuk siswa TK, Amaen Beklen untuk siswa SD dan Tenjak untuk siswa SMP. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here