DKPP Pamekasan Promosikan Intan Satu Saka

PAMEKASAN, Limadetik.com — Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten setempat, khususnya Bidang Penganekaragaman Pangan, Pengelolaan dan Pemasaran Hasil mempromosikan hasil pembangunan peternakan di Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan, Rabu (17/10/2018).

Promosi yang dilakukan oleh DKPP Pamekasan ini adalah Intan Satu Saka (Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran) guna meningkatkan sapi betina bunting dan melahirkan dengan baik.

Kepala Seksi Bidang Penganekaragaman Pangan, Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan, H. Saleh Saha mengatakan, promosi hasil pembangunan peternakan ini menjadi bagian yang harus dilaksanakan guna meningkatkan semangat masyarakat agar ikut mengembangkan Intan Satu Saka melalui petugas inseminator yang telah disiapkan di masing masing-masing Kecamatan.

“Ini bukti hasil pembangunan DKPP, salah satunya dengan Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, sudah ada petugas lapangan yang bisa memantau perkembangan sapi betina selama produktif melahirkan,” katanya.

“Kami terus berupaya untuk mempromosikan hasil Intan Satu Saka ini agar masyarakat berkenan mengawinkan sapinya,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan, Ir. Bambang Prayogi mengungkap, kegiatan ini memang hampir di semua Kecamatan, terutama di Desa – Desa yang Inseminasi Buatan (IB) masih rendah.

“Ini memang untuk memotivasi, karena kebetulan IB ini kan digratiskan oleh pemerintah, mereka mengawinkan sapi betinanya tanpa bayar melalui temen – temen Inseminator di masing-masing Kecamatan,” terangnya.

Menurut Bambang, program tersebut upaya pemerintah meningkatkan populasi sapi sebagai langkah mengimbangi kebutuhan dagingĀ  secara nasional yang terus meningkat.

“Kita memang menjadi bagian, meski secara swasembada kita sudah swasembada, karena sudah bisa mengirim ke wilayah lain. Tapi memang harus kita lakukan agar sapi betina produktif itu setiap tahun harus bisa bunting dan melahirkan,” tegasnya.

Selain itu, ada pelatihan cara bagaimana membuat pakan ternak alternatif dengan menggunakan teknologi. Menurutnya, kondisi seperti sekarang memang perlu mengantisipasi bila kesulitan mencari pakan sapi.

Bambang menuturkan, setidaknya, sudah ada Desa binaan Intan Satu Saka di masing-masing kecamatan. “Kita memang punya Desa binaan, ada 2-3 Desa di masing-masing Kecamatan, karena tidak semua desa ada petugas, sebab ada yang merangkap 2 Desa sekaligus,” kata Bambang.

Bambang Prayogi berharap, masyarakat di Desa yang memiliki sapi berita produktif, agar bisa dan mau di Inseminasi Buatan.

“Kami berharap masyarakat mau msnginseminasi sapi betinanya lah yang produktif, ini juga bernilai ekonomis,” tandasnya. (arf/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here