Ekonomi

Dua Hari Pasca Idulfitri 1446 H, Pasar di Sumenep Masih Lengang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

×

Dua Hari Pasca Idulfitri 1446 H, Pasar di Sumenep Masih Lengang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

Sebarkan artikel ini
Dua Hari Pasca Idulfitri 1446 H, Pasar di Sumenep Masih Lengang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun
Situasi di pasar anom pasca lebaran

Dua Hari Pasca Idulfitri 1446 H, Pasar di Sumenep Masih Lengang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dua hari pasca lebaran hari raya Idulfitri 1446 Hijriyah situasi pasar tradisional di Kabupaten Sumenep cukup legang, tidak seperti hari-hari biasanya. Hal ini dimungkinkan masyarakat masih banyak menikmati momen lebaran bersama keluarga.

Selain situasi pasar yang cukup sepi pengunjung, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat juga sudah ada yang mulai turun, seperti halnya cabe rawit, yang sebelumnya tembus diangka Rp 100.000 per Kg kini turun harga menjadi Rp 70.000 per kg.

Ismail, salah satu pedagang di pasar anom menyampaikan, turunnya harga cabai karena memang harga dari tengkulak juga sudah ada penurunan, namun harga tersebut masih jauh diangka yang sebelum ramadhan harga cabe rawit hanya diangka Rp 30.000-45.000.

“Ya kalau dari petani atau pengepul harha turun, pastinya kami para pedagang juga menurunkan harga. Saat ini cabai rawit hanya turun sebesar Rp 30.000, jadi harga cabai sekarang Rp 70.000. Beda lagi dengan tomat harga nya tetap Rp 5.000 per kg” katanya, Rabu (2/4/2025).

Adapun untuk harga kebutuhan lainnya lanjut Ismail, sebagian besar masih ada yang harganya tetap dan ada yang hanya turun sedikit. “Kalau untuk harga beras yang premium masih ya diharga Rp. 14.500-15.000 per kg. Dan yang medium diharga Rp 12.000-13.000 per kg” ungkapnya.

Dua Hari Pasca Idulfitri 1446 H, Pasar di Sumenep Masih Lengang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun
Sejumlah kios masih belum ada yang buka

Harga ini menurut Ismail masih tetap dari awal tahun 2025, harga beras premium diangka Rp. 14.000-15.000. Dan itu kata dia sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana yang diintruksikan pemerintah.

“Kita (pedagang) tidak bisa mengambil untung lebih untuk harga beras. Ya paling banyak diangka Rp 5.000 per sak 10 kg, artinya hanya Rp 500 keuntungan per satu kg nya. Harga yang tidak naik turun itu ya harga tahu dan tempe, paling kalau kedelai naik, pedagang bukan menaikkan harga tapi ukurannya saj yang diatur” kelakarnya sambil tertawa.

Dikatakan Ismail, dua hari setelah lebaran idulfitri, belum semua toko atau kios di pasar anom yang buka, begitu juga para penjual di amperan hanya beberapa saja yang sudah mulai berjualan.

“Masih sepi, ini juga dari tadi pagi pembeli baru beberapa orang saja. Ya mungkin karena kita masih lebaran, saya buka ini karena kasihan sama pelanggan kadang ada yang telepon butuh beras dan lainnya” pungkasnya.