Kantor Pengadilan Agama Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Angka Perceraian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur selama 2017 cukup tinggi. Buktinya, berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) setempat, angka penceraian mencapai 1.390 perkara.

Baca: Spesialis Jambret di Sumenep Tewas Ditembak

Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan jumlah perkara perceraian selama 2016 lalu yang hanya mencapai 1.470 dari 2012 perkara yang masuk.

“Selama 2017 perkara yang masuk, cerai talak 591 dan gugatan cerai 781. Jadi keseluruhan 1.390 perkara,” kata Panitera Muda Hukum PA Sumenep, Moh. Arifin, Selasa (23/1/2018).

Dari 1.390 perkara yang sudah diputuskan sebanyak 1.240 kasus dengan perincian cerai talak sebanyak 522 dan cerai gugat sebanyak 718 kasus.

Dari perkara itu, faktor yang paling dominan adalah masalah ekonomi. Istri tidak mendapatkan belanja sesuai kebutuhan. Termasuk juga faktor perselingkuhan yang semakin banyak akibat penyalahgunaan teknologi HP.

“Untuk menekan tingginya angka perceraian, kami memaksimalkan saat proses mediasi. Hanya saja, dari jumlah perkara yang masuk hanya sekitar 1 persen yang mau rujuk setelah dimediasi,” tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here