15 Juni 2019

SUMENEP, Limadetik.com – Menjelang musim panen tahun ini, harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidaklah semahal tahun lalu. Buktinya, kini harga garam hanya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per ton. Padahal tahun lalu, menjelang musim panen harga garam capai Rp 1 juta hingga Rp1,5 juta per ton.

Salah seorang petani garam asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sairi (45) mengatakan, anjloknya harga garam rakyat terjadi sejak sebulan terakhir. Sebelumnya harga garam masih diangka Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu per ton.

“Harga garam anjlok sebelum panen. Bagaimana nanti setelah panen, apa nggak semakin anjlok,” katanya dengan nada khawatir, Jumat (14/6/2019).

Baca Juga: Diprediksi Awal Juni Garam Rakyat di Sumenep Mulai Panen

Diketahui, para petani garam yang ada di Kota Keris ini belum ada yang panen. Mereka sebagian diprediksi baru akan panen akhir bulan ini. Sedangkan petani garam yang lain ada juga yang baru melakukan persiapan berupa menggarap lahan.

Akibat anjloknya harga, sambung pria yang telah puluhan tahun bertani garam, para petani enggan menjual garam hasil produksi tahun 2018 lalu. Mereka baru akan menjual hasil taninya ketika harga kembali normal.

Baca Juga: Bantuan Pugar Petani Garam di Sumenep Dilaporkan ke Kejati Jatim

Hingga saat ini, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga garam. Karena belum ada pemberitahuan dari pihak terkait penyebab anjloknya garam rakyat.

Baca Juga: Musim Ini Target Produksi Garam Capai 450 Ribu Ton

“Kami barharap harga garam kembali stabil. Karena apabila harga tetap seperti saat ini, petani bisa rugi. Disamping itu kami para petani bisa kehilangan pendapatan, karena bertani garam ini merupakan penghasilan satu-satunya,” tukasnya. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here