SUMENEP, Limadetik.com – Sejak sepekan terakhir sebagian petani di Sumenep, Jawa Timur mulai panen. Tapi hingga saat ini belum ada gudang tembakau yang membuka atau melakukan jual beli.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan limadetik.com, harga tembakau rajangan di tiap-tiap kecamatan berbeda. Di Kecamatan Guluk-guluk saat ini harganya berkisar Rp 35 – Rp 45 ribu per kilogram. Sedangka di Kecamatan Pasongsongan berkisar Rp45-50 ribu per kilogram.
Sehingga para petani sedikit was-was. Selain karena gudang belum melakukan pembelian, selama ini harga kurang menguntungkan para petani.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep Bambang Heriyanto, meminta agar petani tidak menjual tembakau kepada tengkulak.
“Yang melakukan pembelian saat ini adalah mata rantai yang terselubung (tengkulak). Karena memang gudang belum buka,” katanya, Senin (6/8/2018).
Pihaknya meminta agar petani langsung menjual tembakaunya ke pabrik sesuai dengan SOP. Namun, pihaknya melalui petugas di lapangan tetap akan melakukan pengawasan.
“Pengawasan tetap kami lakukan. Tetapi hanya sebatas pendampingan teknis,” ucapnya saat disinggung soal pengawasan.
Sebelumnya, Ketua Himpunan Tani Indonesia (HKTI) Sumenep, Moh. Ramzi mengatakan, harga tembakau belum ideal. Karena biaya operasional yang dikeluarkan petani pada musim tanam tahun ini cukup mahal dibandingkan musim tembakau tahun lalu.
“Maka dari itu, kami harap pemerintah turun tangan untuk memperjuangkan nasib para petani tembakau,” kata Ketua Himpunan Tani Indonesia (HKTI) Sumenep, Moh. Ramzi, Rabu (1/8/2018). (hoki/rud)