SURABAYA, Limadetik.com – Gelaran Pilkada untuk Jawa Timur semakin seru dan hangat jadi perbincangan masyarakat Jawa Timur setelah nama La Nyalla Mahmud Mattalitti dimunculkan oleh Partai Gerindra sebagai calon yang akan ikut bertarung pada Pilgub Jatim yang kana datang.

Namun menarik nya lagi nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sampai saat ini masih memimpin sebagaimana dari survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre(SSC),posisi survey kandidat cagub yang dipilih secara spontan(pertanyaan terbuka/top of mind). Pria yang saat ini tengah menjabat sebagai Wagub Jatim tersebut mengungguli tiga nama tokoh yang dimunculkan yaitu.Khofifah, Mahfud MD, dan La Nyalla Mattalitti.

Dengan sistem pertanyaan terbuka,Gus Ipul dipilih oleh 27.8 persen responden. Sementara, Khofifah dipilih oleh 22 persen responden sedangkan Mahfud MD serta La Nyalla secara berurutan dipilih oleh 9.7 dan 2.3 persen responden.

Pada sistem kali ini, peningkatan signifikan ditunjukkan oleh Khofifah dan Mahfud MD. Pada survey edisi lalu, Khofifah secara spontan hanya dipilih oleh 13.9 persen responden. Sedangkan Mahfud MD dipilih oleh 2.3 persen responden saja.

Meskipun demikian, yang menjadi menarik, jumlah undecided voters pada pola survey terbuka ini justru memiliki jumlah prosentase tertinggi. Sebanyak 34.7 persen responden memilih untuk tidak menjawab ataupun mengaku tidak tahu akan memilih siapa ketika ditanya seperti yang dialnsir media d-onenews.com (doc)

Peneliti Senior SSC Imam Sofyan menganggap top of mind publik sangat mungkin menjadi cerminan dari track record kepemimpinan yang bisa dibaca oleh publik secara bebas dan mandiri. Sehingga, ia menganggap bahwa hal tersebut akan memiliki kontribusi terhadap kemenangan bagi mereka yang menduduki posisi puncak.

“Tetapi tetap ya, tidak bisa dijadikan ukuran tunggal. Bagaimanapun, politik adalah hitungan yang sifatnya dinamis. Semuanya masih sangat mungkin berubah bergantung pada pergerakan dari faktor eksternal lainnya. Misalnya, akan ada money politics atau serangan kampanye negative yang tentu semua tidak kita harapkan,” jelas pria yang juga merupakan dosen di Universitas Trunojoyo Madura tersebut, Rabu (13/12/2017).

Data-data tersebut diatas diperoleh melalui survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survey tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen. (bah/doc/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here