Nasional

Hilangkan Kejenuhan, Nelayan di Kepulauan Sapeken Bertani Porang

×

Hilangkan Kejenuhan, Nelayan di Kepulauan Sapeken Bertani Porang

Sebarkan artikel ini
Hilangkan Kejenuhan, Nelayan di Kepulauan Sapeken Bertani Porang
FOTO: Umbi Porang

SUMENEP, LimaDetik.Com – Sejak dua pekan terakhir, cuaca buruk melanda hampir semua wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Sumenep.

Bagi nelayan, khususnya nelayan di Kepulauan Sumenep tentunya hal ini sangat berat, karena mereka (nelayan) biasanya menggantungkan harapannya di laut untuk menghidupi keluarga.

Kendati demikian, nelayan di Kepulauan Kecamtan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencoba peruntungan lain dengan mencoba menjadi petani dadakan untuk menanam porang atau sejenis umbi.

Idris, warga Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan, Sapeken yang kesehariannya sebagai seorang nelayan dengan keadaan cuaca buruk seperti saat ini mencoba untuk mengisi kekosongan rutinitasnya sebagai nelayan kini mencoba menanam porang.

“Angin kencang dan ketinggian gelombang tidak bisa dianggap enteng untuk orang seperti kami yang menggantungkan hidupnya dengan hasil laut. Daripada jenuh tidak ada kegiatan ya kami coba untuk bercocok tanam porang” katanya, Jumat (5/2/2021).

Menurut Idris, dirinya baru kali ini mencoba jadi petani karena selama ini dia hanya seorang nelayan, namun berhubung saat ini masyarakat ramai berlomba-loba menanam umbi jenis porang ia pun tertarik untuk mencoba.

“Saya kebetulan ada tanah kosong jadi daripada tidak ditanami apa-apa, ya mending saya cobalah menanam porang yang saat ini sudah mulai ramai dan masyarakat berlomba-lomba” ungkapnya.

Namun sambung Idris, bertanam porang tersebut tidak langsung bisa dinikmati hari itu juga, berbeda dengan nelayan pagi ia berangkat melaut siang atau sore sudah bisa ia nikmati bersama anak dan istri.

“Hanya saja masalahnya mas, kalau tanam porang inikan tidak bisa hari itu kerja hari itu juga bisa dinikmati. Prosesnya harus nunggu satu tahun paling cepat, beda dengan nelayan, kalau saya pergi melaut pagi ya sore sudah bisa dinikmati hasilnya” paparnya.

Lebih lanjut Idris bercerita, untuk penjualan porang sendiri ia mengaku banyak pembeli yang datang ke Desanya dengan harga yang cukup menggiurkan.

“Kalau penjualannya (Porang) kita tidak susah amat sih, karena saat ini banyak pembeli yang berdatangan. Bahkan kemarin ada petani yang baru setahun tanam sudah ditawar dengan harga ratusan juta, ya kalaupun bukan itu tujuan utama saya paling tidak tidak jenuh karena cuaca saat ini” terangnya.

Idris berharap, keadaan cuaca bisa segera kembali normal agar dia bersama nelayan lainnya bisa segera melaut mengais rejeki untuk anak dan istri.

“Semoga saja cuaca ini segera membaik, sebab jika tidak atau sampai satu minggu ke depan, saya khawatir nelayan akan kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan untuk dimakan sehari harinya” pungkasny.

(yd/yd)