Imaka Kalsel Ucapkan Belasungkawa Terhadap Korban Kerusuhan Mako Brimob

BANJARMASIN, Limaderik.com – Duka mendalam atas insiden tewasnya lima anggota kepolisian akibat
kerusuhan berdarah di rumah tahanan (rutan) Markas Komando Brigade
Mobil (Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua, dirasakan segenap warga
dipenjuru negeri ini. tak terkecuali oleh keluarga besar Ikatan
Mahasiswa Kangean Banjarmasin (Imaka Kalsel).

Ketua Dewan Pembina Imaka Kalsel, Mathari, S.Ag atas nama pribadi dan
keluarga besar Imaka Kalsel, menyampaikan turut berduka cita
sedalam-dalamnya atas insiden tersebut.

“Peristiwa tewasnya lima anggota Brimob merupakan pengalaman yang
sangat menyedihkan, sehingga ke depan, kejadian semacam ini tidak
terulang lagi,” kata Mathari di Banjarmasin.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, politisi Partai Keadilan Sejahtera
itu juga berharap agar selalu diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi
cobaan, amal ibadah seluruh korban diterima Allah SWT.

Sementara itu, Ketua Imaka Kalsel, Abdul Hamid juga mengaku sangat
terpukul dengan insiden yang merenggut nyawa lima anggota polri itu.
Menurutnya, teroris selama ini sudah keterlaluan dalam menjual nama
agama islam, untuk merusak perdamaian.

“Aksi para pelaku teror ini sangat keterlaluan. Mereka hanya ingin
memecah belah persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia,”
tutur Hamid.

Hal senada juga di ucapkan Ketua Divisi Sosial Ekonomi Kreativ, Iril
Bisri Wahyudi, menurutnya sudah pantas para teroris itu dihukum
seberat-beratnya, bahkan dihukum mati.

“Kami para mahasiswa tidak takut terhadap teroris. Kami ditempat
kuliah belajar berdampingan meski berbeda agama. Perbedaan agama bukan
alasan untuk bermusuhan. Bersama masyarakat dan polisi, kami akan
lawan teroris. Kami mengutuk keras tindakan para teroris dan berharap
mereka dihukum mati. Kami Tidak Takut, NKRI Harga Mati, dan Teroris
Biadab,” ujar Mahasiswa Uniska Banjarmasin itu.

Untuk diketahui, Peristiwa Kerusuhan Rutan Salemba Mako Brimob
diketahui memakan korban 5 personil Polri yang gugur saat melaksanakan
tugasnya yaitu : Briptu luar biasa anumerta Syukron Fadhli, Iptu luar
biasa anumerta Yudi Rospuji, Brigpol luar biasa anumerta Fandy, Aipda
luar biasa anumerta Denny Septiadi; dan Briptu luar biasa anumerta
Wahyu Catur Pamungkas.

Kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut akibat cekcok
mulut antara petugas kepolisian dan narapidana. Dalam waktu singkat,
mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Rabu malam membara. Seratusan lebih
narapidana yang didominasi napi teroris menyerang petugas jaga. (Edo/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here