https://limadetik.com/

Jalan Raya Sumenep-Lenteng Kembali Makan Korban, Seorang Ibu Petani Tewas di Tempat

Penulis: WahyuEditor: Lisa
  • Bagikan
Jalan Raya Sumenep-Lenteng Kembali Makan Korban, Seorang Ibu Petani Tewas di Tempat
FOTO: Lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kabupaten Sumenep-Lenteng Jambu

SUMENEP, Limadetik.com – Jalan Raya Sumenep-Lenteng kembali makan korban, kali ini, seorang ibu petani tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, setelah dua kendaraan terlibat tabrakan, Minggu (7/11/2021) sekira pukul 14.20 Wib.

Kecelakaan lalu lantas tersebut melibatkan dua kendaraan sepeda motor honda Karisma Nopol M 6377 TB dengan Sepeda Motor Suzuki Smash Nopol M 2745 VY.

https://limadetik.com/

Berawal dari Sepeda Motor Honda Karisma Nopol M 6377 TB yang dikemudikan Syu’ieb Santoso (56), warga Desa Ellak Daya, membonceng Hayatun melaju dari arah barat kearah timur dengan kecepatan sedang, namun tidak memperhatikan arah belakangnya hingga akhirnya terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Saat hendak berbelok ke kanan dari arah selatan, pengendara tidak memperhatikan kalau di belakangnya ada sepeda motor Suzuki Smash Nopol M 2745 VY yang dikendarain Muta’am (43) warga Desa daramista Kecamatan Lenteng, berboncengan dengan Rusmi, dan akhirnya menabrak sepeda yang di depannya” kata Kasubbag Humas polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (8/11/2021).

Dari kejadian tersebut, lanjut Widi, pembonceng bernama Hayatun meninggal dunia di Puskesmas Lenteng, sedangkan pengemudi Syu’ieb Santoso, dan Muta’am serta Rusmini mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas yang sama.

“Yang meninggal dunia satu orang, yakni Hayatun yang berboncengan dengan Syu’ieb Santoso, untuk yang lainnya hanya mengalami luka ringan dan semuanya sudah mendapatkan perawatan dari pihak Puskesmas Lenteng” jelasnya.

Widi menambahkan, dalam kejadian laka lantas tersebut, kerugian materil untuk kedua kendaraan masing-masing Rp. 500.000.

“Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan ke Mapolres Sumenep, guna pemeriksaan lebih lanjut. Untuk kerugian materil masing-masing Rp. 500. 000, dan yang meninggal dunia hanya satu orang saja” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan