SUMENEP, limadetik.com – Tingginya biaya daftar ulang siswa pada Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di salah satu SMA di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang mencapai Rp 3 Juta lebih per siswa mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Termasuk pula Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur di Sumenep, Sugiono Eksantoso. Pihaknya berjanji akan mendalami informasi tersebut.

“Kami akan kroscek kebenaran informasi itu. Kalau memang benar terjadi seperti itu, pasti akan kami panggil dan akan diberi sanksi” katanya, Jumat (28/6/2019).

Baca Juga: PPDB 2019, 80 Persen SMA Negeri di Sumenep Tidak Memenuhi Pagu

Pria asal Situbondo menjelaskan, apapun alasannya, sekolah tidak boleh melakukan penarikan biaya daftar ulang PPDB, termasuk alasan pembangunan sekolah dan pembelian seragam.

“Tidak boleh (pungutan daftar ulang), karena membentur aturan yang ada dan komitmen Gubernur Jatim, Khafifah Indar Parawansa dengan program Tistas,” terangnya.

Termasuk pula meskipun sekolah beralasan untuk biaya seragam. Karena menurutnya siswa diberikan kebebasan untuk memperoleh seragam dan boleh beli di luar sekolah. Bahkan, kalaupun sekolah menyediakan, harganya tidak sampai lebih mahal dari di luaran.

“Misalnya terpaksa seragam itu disediakan sekolah dan siswa beli di situ, harganya tidak boleh lebih mahal dari toko-toko di luar,” ucap Eksan.

Baca Juga: Capai Jutaan Rupiah, Biaya Daftar Ulang SMA Negeri di Sumenep Dikeluhkan

Tapi, apabila memang benar ada sekolah yang menarik daftar ulang, pihaknya meminta pihak sekolah untuk mengembalikannya. “Harus dikembalikan kepada wali siswa. Jangan sampai sekolah membebani orang tua siswa apa lagi mereka yang secara ekonomi kurang mampu,” tukasnya.

Diketahui, calon wali siswa di SMA Negeri 2 Sumenep mengeluhkan biaya daftar ulang. Sebab, biaya daftar ulang mencapai Rp 3 Juta lebih. Termasuk pula di SMA 1 Sumenep yang biaya daftar ulangnya sekitar Rp 1 Juta per siswa. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here