Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Sumenep Apresiasi Kegiatan OISCA untuk Generasi Emas 2045
LUMADETIK.COM, SUMENEP – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Sumenep menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) yang digelar di SMA Muhammadiyah I Kabupaten Sumenep.
Budi Sulistyo, Kacabdin Jawa Timur Wilayah Sumenep saat dihubungi media menyampaikan, kegiatan yang digelar OISCA yang dikemas dalam acara Seminar Konservasi Ekosistem Mangrove Sebagai Penyanggah Kehidupan.
“Kegiatan OISCA ini dalam rangka memperingati keanekaragaman hayati sedunia tahun 2024. Tentu ini sangat bagus untuk diterapkan dan perkenalkan kepada anak-anak kita sebagai bekal menyongsong generasi indonesia emas 2045 nanti” katanya, Selasa (28/5/2024).
Langkah ini lanjut Kacabdin lebih tepat untuk mendorong para generasi bangsa sejak dini, sehingga mereka (generasi, red) tetap memiliki kepedulian untuk pemeliharaan terhadap lingkungan nya sendiri.
“Seminar dengan OISCA, sebuah organisasi International nir laba yang berpusat di Jepang. Ini tentu sangat bagus untuk membangun spirit bagi anak bangsa, agar di masa yang akan datang generasi kita sudah siang semuanya” ungkapnya.
Kacabdin menuturkan, setidaknya dalam seminar itu ada tiga poin yang menjadi bahasan, diantaranya persiapan menuju indonesia emas 2045, yang harus didukung kepedulian anak bangsa khususnya anak-anak yang dekat pantai, sudah ada kepedulian untuk memulai menanam mangrove.
“Untuk selanjutnya bagaimana lautan kita tetap terjaga kejernihan air lautnya. Itu lah mengapa penting kita tetap menjaga lautan kita dengan cara menjaga ekosistem mangrove” terangnya.
Selain itu kata Kacabdin Budi Sulistyo, yang tidak kalah penting menjaga laut juga akan berdampak pada sisi ekonomi masyarkat. Itu karenanya dirinya mengajak kepada sejumlah Siswa dari beberapa sekolah yang hadir dalam acara seminar itu agar ada gerakan fisik untuk memulai menanam mangrove.
“Jadi mangrove ini juga bisa dibuat jamu, disamping memang sebagai penyanggah terjadinya abrasi atau terkikisnya pantai oleh air laut” jelasnya.
Budi berharap, untuk pengenalan kegiatan penanaman pohon mangrove kepada siswa bisa dilakukan sebelum libur panjang sekolah atau pada bulan Juni 2024, agar tidak mengganggu pada aktivitas belajar di awal tahun pelajaran.
“Kalau dilaksanakan bulan Juli, tentu akan berbarengan dengan tahu ajaran baru. Dimana nanti sekolah dihadapkan dengan penerimaan siswa baru” pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam acara seminar tersebut, hadir Dr. Budi Sulistyo, S. Pd. M.Si, Kacabdin Jatim wilayah Sumenep, Edi Yulianto MIL DL, Sumaryanto, Koordinator madura. Dan para dewan guru dan siswa siswi, serta perwakilan 5 SMAN, 12 SMPN dan 4 SDN
Untuk narasumber menghadirkan, Prihantarto Nur Rahmad, dari OISCA Internasional, Dr Endang Tri Wahyu rini UIM Pamekasan, Salaman FK3I Korlap Pamekasan, Fadel Abu Aufa FK3I Korlap Sumenep.