Scroll Untuk Membaca Artikel
Artikel

Keterkaitan Materialitas dan Kualitas Informasi Keuangan

×

Keterkaitan Materialitas dan Kualitas Informasi Keuangan

Sebarkan artikel ini
Keterkaitan Materialitas dan Kualitas Informasi Keuangan
Khalisa Novita Dewi

Keterkaitan Materialitas dan Kualitas Informasi Keuangan

Oleh: Khalisa Novita Dewi
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

PENDAHULUAN

Dalam menggali integritas laporan keuangan suatu entitas, tingkat materialitas yang ditetapkan oleh auditor memainkan peran kritis. Penelitian ini bertujuan untuk merinci dan menyelidiki hubungan yang dalam antara materialitas dan kualitas informasi keuangan.

Dengan memahami interaksi kompleks ini, kita dapat mengungkap bagaimana keputusan auditor terkait materialitas berdampak pada persepsi dan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kesehatan finansial suatu organisasi.

PEMBAHASAN

Penilaian auditor atas materialitas dapat mempunyai dampak yang signifikan terhadap keakuratan dan keandalan informasi keuangan, khususnya ketika mengevaluasi kualitas relatifnya. Pemeriksaan mendalam terhadap hubungan ini akan mengkaji bagaimana pengukuran materialitas dapat berdampak pada opini pemangku kepentingan terhadap kesehatan perusahaan yang diaudit.

Tergantung pada kompleksitas transaksi, risiko penipuan dan struktur organisasi juga dapat menentukan materialitas. Pemeriksaan ini tidak hanya membahas metode penentuan tingkat materialitas tetapi juga peran metode ini dalam meningkatkan standar dan kewajaran informasi keuangan, sehingga menjadikannya aspek penting dalam audit dan pelaporan.

A. Konsep Materialitas
Konsep dari materialitas berkaitan berdasarkan seberapa salah saji yang terdapat di dalam sebuah asersi yang dapat diterima oleh auditor, agar pemakai laporan keuangan tersebut tidak terpengaruh oleh besarnya salah saji yang terdapat dari laporan keuangan.

Konsep materialitas di dalam audit didasarkan atas implementasi standar audit yang sesuai. Standar auditing adalah standar kualitas pelaksanaan audit, yang berarti auditor menggunakan standar ini dalam pelaksanaan audit dan laporan mereka (Riduwan, 2023).

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Materialitas
Haryono (2001:212-215) menerangkan ada empat indikator dalam menentukan tingkat materialitas, yaitu:

1. Pertimbangan awal materialitas.
2. Materialitas pada tingkat laporan keuangan.
3. Materialitas pada tingkat akun.
4. Alokasi materialitas pada tingkat laporan keuangan.

C. Dampak Keputusan Materialitas
Keputusan materialitas dalam konteks audit memiliki pengaruh langsung terhadap laporan keuangan suatu entitas. Tingkat materialitas yang ditetapkan oleh auditor menjadi kriteria penilaian utama terhadap signifikansi transaksi dan saldo akuntansi.

Dampaknya pada laporan keuangan terwujud dalam bentuk penekanan pada elemen-elemen tertentu, dengan auditor lebih memusatkan perhatian pada transaksi dan saldo yang dianggap materi. Selain itu, keputusan materialitas juga mempengaruhi tingkat ketelitian yang diterapkan pada informasi yang disajikan.

Auditor cenderung menyajikan informasi yang lebih rinci dan akurat jika tingkat materialitas rendah. Evaluasi kesalahan juga dipengaruhi oleh keputusan materialitas; kesalahan di bawah tingkat materialitas mungkin dianggap tidak material dan tidak memerlukan koreksi dalam laporan keuangan, sementara kesalahan di atas tingkat materialitas dapat memicu koreksi atau penyesuaian.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, pemahaman dan keputusan terkait materialitas memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas informasi keuangan. Auditor perlu mempertimbangkan dengan cermat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi materialitas untuk memastikan bahwa laporan keuangan tidak hanya akurat tetapi juga relevan bagi pemangku kepentingan.

Kesinambungan dan hubungan yang baik antara materialitas dan kualitas informasi keuangan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam pelaporan keuangan suatu entitas.

× How can I help you?