https://limadetik.com/

Ketua YMI: Saatnya Generasi Milenial Peka Terhadap Pembangunan dan Politik Indonesia

  • Bagikan
IMG 20200720 WA0077

SUMENEP, limadetik.com – Generasi Muda Sumenep yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Youth Movement Institute (YMI) Sumenep, Jawa Timur menghelat acara diskusi politik dan kepemudaan yang mengangkat tema “Literasi Politik dan Krisis Integritas Pemimpin Sumenep”, yang berlangsung di MWC. NU Batang – Batang, Senin (20/7/2020).

Diskusi menampilkan dua pembicara yang mewakili kalangan millenial Sumenep dan politikus, yaitu Ketua Kadin Sumenep, Hairul Anwar dan Bakorwil Pamekasan, Fattah Jasin.

https://limadetik.com/

Acara diskusi yang dibuka pada Pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri ratusan pemuda dari 16 desa di Kecamatan Batang-Batang. Pemuda tersebut sangat antusias dan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Korcam YMI Batang-Batang, A. Walid Huzairi mengatakan sangat berterima kasih atas apresiasi pemuda Batang-Batang atas kegiatan ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemuda Batang-Batang yang telah hadir dan mau berjuang untuk perubahan Sumenep. Semoga dengan kegiatan ini, pemuda Sumenep mampu menjadi sosok pemuda seperti yang telah didengungkan oleh leluhur kita sejak lama, agent of change. Maka dari itu seorang pemuda harus punya nilai dan integritas.” katanya.

Sementara itu, Ketua umum YMI dalam sambutannya, Moh. Ridhwan mengatakan sudah saatnya pemuda sebagai generasi milenial peka tehadap pembangunan dan kondisi politik di Indonesia, khususnya Sumenep.

Sedangkan Fattah Jasin dalam pemaparannya menyampaikan, apatisme pemuda berpeluang besar untuk menciptakan kemiskinan dan pemerintahan yang kotor. Disadari atau tidak, salah satu penyebab buruknya pemerintah sebetulnya disebabkan oleh pemuda yang apatis terhadap politik.

“Sebab pemerintah akan sangat leluasa menguras uang rakyat tanpa ada rasa takut dan khawatir sebab pemudanya sudah tidak mau mengoreksi dan mengawasi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah itu sendiri.” terangnya.

Lebih lanjut, Bapak Fattah Jasin selaku Bakorwil IV Pemprov Jatim mengatakan bahwa generasi milenial merupakan bonus demografi bagi Indonesia, khususnya daerah dengan kekayaan yang sangat melimpah seperti Sumenep. Sebab generasi millenial lahir di era kecanggihan teknologi dan internet.

“Kehadiran generasi milenial ini tentunya tidak boleh disia-siakan oleh pemerintah. Dengan tingginya angka usia produktif, maka Indonesia, khususnya kabupaten Sumenep harus mampu mengelola sekaligus memanfaatkannya untuk mendorong penumbuhan ekonomi utamanya Kabupaten Sumenep yang sampai hari ini masih berstatus sebagai daerah kedua termiskin se-Jawa Timur,” ujarnya.

Hairul Anwar selaku Kadin Sumenep dan pembicara dalam diskusi tersebut mengungkapkan bahwa sebagai generasi yang sangat dekat dengan digitalisasi di berbagai bidang, terutama di bidang media, seharusnya kaum milenial mampu memahami adanya keuntungan perkembangan teknologi terhadap demokrasi, yakni keterbukaan informasi.

“Asymmetric information yang menjadi masalah utama sistem demokrasi cukup banyak telah digerus oleh adanya media sosial. Sehingga hari ini, debat kusir menjadi lebih menarik bagi generasi millenial dibandingkan dengan debat ilmiah,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana kegiatan, A. Khotibul Umam mengatakan, kegiatan diskusi ini menjadi ajang yang efektif untuk mengajak kaum milenial untuk tidak apolitik terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama kaum Milenial batang-batang dan Youth Movement Institute (YMI) yang terkonsolidasi untuk menyamakan pemikiran dan gagasan membuka wawasan tentang politik,” tukasnya. (Rls/LD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan