Kondisi Bocah Pelaku Bom Surabaya yang Selamat Semakin Membaik

Red: Rudy

SURABAYA, Limadetik.com – Anak pelaku teror bom di Mapolrestabes Surabaya yang selamat berinisial AAP (8) baru dilakukan tindakan medis. Dokter melakukan operasi dan kondisinya saat ini masih dalam pengaruh obat bius, belum sepenuhnya sadar.

“Tadi malam sudah kita lakukan upaya medis untuk melakukan operasi. Sekarang masih dalam pengaruh bius. Sudah sadar tapi masih berat. Masih bangun, tidur, bangun, tidur,” kata Kapolda Jatim Irjan Pol Machfud Arifin di Mapolda Jatim, Selasa (15/5).

Sementara untuk tiga anak korban selamat dalam kasus ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, AR(15), FP (11), dan GHA (10) yang kini dirawat di RS. Bhayangkara Polda Jatim, sudah sadar. Bahkan diakui Machfud, ketiganya sudah bisa diajak berkomunikasi.

Machfud melanjutkan, fokusnya saat ini adalah anak-anak selamat tersebut harus diberikan pendampingan. Menurutnya, pendampingan nantinya diberikan dari para Polwan yang sudah terlatih, dan para psikolog untuk bisa memberikan pemahaman yang baik. Apalagi semua orang tua dari anak-anak tersebut sudah meninggal.

“Tinggal nanti harus diberikan kepada siapa. Orang tuanya yang bener, yang merawat nanti. Mungkin neneknya, adiknya, pamannya dan sebagainya dengan catatan orang yang punya pemahaman yang waras,” ujar Machfud.

Machfud juga menjanjikan, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan terus terhadap anak-anak tersebut, sampai benar-benar sembuh dan kembali seperti sedia kala. Baru kemudian akan diberikan kepada orang yang berhak.

Anak-anak tersebut juga tidak akan diserahkan kepada sembarang orang. “Otoritas penyerahan anak-anak ini ada pada saya. Kalau sudah saya yakinin¬† untuk diserahkan, akan saya serahkan sambil proses penyembuhannya,” ujar Machfud.

Seperti diketahui, pelaku teror bom di Mapolrestabes Surabaya terdiri dari lima orang, yang merupakan satu keluarga. Kelimanya adalah Tri Murtiono (51), Tri Ernawati (44), MDAM (20), MDSM (16) dan AAP (8). Dari kesemuanya itu, hanya AAP yang selamat.

Sementara teror yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo dilakukan juga oleh satu keluarga, yang terdiri dari enam orang. Mereka adalah Anton Febriyanto (47), Puspita Sari (47), HAR (17), AR (15), FP (11), dan GHA (10). Tiga diantaranya yakni AR, FP, dan GHA, selamat dalam peristiwa tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here