Korut Tegaskan Inisiatif Perdamaian Bukan Karena Tekanan AS

Red : SWD

PYONGYANG, Limadetik.com – Korea Utara mengecam klaim AS yang menyatakan bahwa sanksi dan tekananlah yang berhasil membawa Pyongyang ke meja perundingan dengan sekutu lama Korea Selatan dan dengan Washington sendiri.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada hari Minggu mengatakan bahwa pernyataan baru-baru ini oleh Presiden AS Donald Trump yang menggambarkan seolah kampanye tekanan AS lah yang telah membuat sebuah terobosan diplomatik antara Pyongyang dan Seoul, mengancam prospek perdamaian.

“Menggambarkan langkah Pyongyang baru-baru ini untuk membuka dialog dengan Selatan sebagai “tanda kelemahan” akan “tidak kondusif” untuk pembicaraan dan mungkin “membawa situasi kembali ke titik awal,” kata juru bicara Korut yang namanya tidak disebutkan dalam laporan yang dirilis kantor berita Korut, KCNA.

Juru bicara itu mengatakan bahwa pernyataan tersebut akan “sengaja memprovokasi” Korea Utara.

“AS dengan sengaja memprovokasi Korut pada saat situasi di Semenanjung Korea bergerak menuju perdamaian dan rekonsiliasi berkat pertemuan bersejarah utara-selatan dan Deklarasi Panmunjom,” kata juru bicara itu, sebagaimana dikutip Sputnik, Minggu (06/05).

Pada bulan Januari, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan minat mendadak dalam dialog dengan Korea Selatan. Segera setelah itu, para diplomat dari kedua negara bertemu untuk mempersiapkan partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin di Selatan, yang juga dihadiri oleh adik perempuan Kim beserta kepala upacara seremonial Korea Utara sebagai tanda pencairan hubungan diplomatik.

Mengendurnya ketegangan dua Korea itu memuncak dalam pertemuan bersejarah antara Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada bulan April. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here