https://limadetik.com/

Lalai Nafkahi Isteri, Anggota Polres Kediri Terancam Pidana

  • Bagikan
IMG 20200227 WA0047
Dari kiri, Ketua DPW APSI Jawa Timur, Sulaisi Abdurrazaq, bersama Klien Aminatus Sa'diyah

SURABAYA, Limadetik.com — Aminatus Sa’diyah (30) warga Dusun Barat-II RT. 002 RW. 002 Desa Sentol Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan adalah anggota Bhayangkari Kediri, ia terpaksa berjualan nasi di Dapur Catering Hj. Farida yang berlokasi di Food Court Kota Cinema Mall Pamekasan Jl. Raya Sentol Pamekasan untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anaknya setelah ditelantarkan suaminya, Momahad Imron (37).

Mohamad Imron adalah warga Dusun Karangdinoyo RT. 026 RW. 006 Desa Kepung Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, ia adalah anggota Polres Kediri berpangkat AIPDA yang telah mempunyai dua orang anak setelah menikah dengan Aminatus Sa’diyah pada tahun 2005, kedua anak tersebut saat ini tinggal bersama Aminatus Sa’diyah di Pamekasan Madura Jawa Timur.

https://limadetik.com/

Dugaan kuat ada Wanita Idaman Lain (WIL) dalam peristiwa ini sehingga Mohamad Imron tega menelantarkan Aminatus Sa’diyah bersama dua orang anak yang masih di bawah umur tanpa dinafkahi sejak bulan Juli 2018.

Ketua DPW APSI Jawa Timur, Sulaisi Abdurrazaq selaku kuasa Aminatus Sa’diyah mendorong agar masalah ini diproses pidana karena Mohamad Imron dinilai tidak mau patuh terhadap perintah Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Nomor: 2999/Pdt.G/2018/PA.Kab.Kediri tanggal 06 Nopember 2019 untuk membayar nafkah 50 juta lebih sebelum Ikrar Talak.

“Mohamad Imron tidak ada i’tikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan manusiawi, karena perkara perceraian belum inkracht, maka saat ini status Mohamad Imron dan Aminatus Sa’diyah menurut hukum negara masih sah sebagai suami isteri” kata Ketua DPW APSI Jawa Timur melalui pesan WhatsApp nya, Kamis (27/2/2020).

IMG 20200227 WA0046
Tanda buktii laporan di Mapolda Jatim

Pengacara muda kelahiran Sumenep ini menegaskan, sudah berkali-kali dilakukan upaya mediasi, namun Mohamad Imron mangkir, menurut Sulaisi, sebagaiĀ  laki-laki sejati, apalagi anggota Polri, mestinya Mohamad Imron malu tidak mau memberi nafkah keluarga sebagaimana perintah hukum, ia tidak ksatria.

“Kemarin, Rabu 26 Februari 2020 Aminatus Sa’diyah kami dampingi melaporkan peristiwa penelantaran nya ke Polda Jawa Timur, karena Mohammad Imron dinilai telah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan tidak menafkahi isteri dan anak-anak” terang Sulaisi Abdurrazaq.

Laporan Polisi di Polda Jawa Timur Nomor: LPB/179/II/2020/UM/Jatim tanggal 26 Februari 2020 tersebut menjadi wewenang Polda Jatim apakah akan dilimpahkan ke Kabupaten Kediri atau ditangani langsung oleh Polda Jatim.

Selain pidana KDRT, Sulaisi akan mendalami potensi pelanggaran Mohamad Imron terhadap UU Perlindungan Anak, akanĀ  menindaklanjuti pula perihal perdata lainnya dan berjanji akan melaporkan hal-hal lainnya berkaitan dengan pelanggaran etik yang diduga dilalukan Mohamad Imron sebagai anggota Polri. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan